Apel Harlah NU Ke-103 H/Ke-100 M: Ya Allah, Jadikan Kami Satu Barisan Yang Kokoh!

Bangkitmedia.com, BANTUL – “Ya Allah, jagalah dan peliharalah keutuhan Nahdlatul Ulama (NU). Satukan hati dan pengurus para kader-kadernya. Jernihkanlah niat kami dalam berkhidmah. Jadikanlah jam’iyyah ini rumah yang teduh serta maslahat bagi warga nahdliyyin dan bangsa Indonesia.

Ya Allah, ikatlah hati kami sesama kader NU, dalam ikatan silaturahmi yang kuat, hilangkanlah ego dan perbedaan yang memecah belah. Jadikanlah kami satu barisan yang kokoh dalam memperjuangkan ajaran Islam ala ahlissunnah wal jamaah annahdliyah.”

Itulah cuplikan doa yang dipanjatkan dengan penuh ekspresif oleh Gus Ahmad Mujahid, Pengasuh Pesatren Manzilatus Sakinah, Wanujoyo Lor, Srimartani, Piyungan Bantul, pada Apel Harlah NU Ke-103 H/Ke100 M, di Lapangan Sudarsono, Srimartani, Piyungan, Bantul, yang diikuti semua kader-kader NU se-kapanewon Piyungan, dari mulai para pengurus MWCNU Piyungan, PAC Muslimat NU ,PAC GP Ansor, Banser, Fatayat, IPNU -IPPNU dan dari sekolah di bawah naungan LP Ma’arif Piyungan, Sabtu (31/1/2026).

Hadir dalam Apel tersebut kader NU yang juga Ketua Fraksi PKB Mahmudin, SP.,  para pejabat di lingkungan Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon, (Forkompinkap) mulai dari Panewu, Kepala KUA, Koramil, Kapolsek dan Kepala Puskresmas Piyungan. Juga dihadiri para sesepuh NU Piyungan dan sekitarnya.

KH. Shobir Hatimy, wakil ketua PCNU Bantul, bertidak sebagai pembina apel, menegaskan; perlunya memberikan strategi para kader-kader dari berbagai lapisan di tingkat kapanewon, agar bisa semangat dan berkotribusi aktif dalam gerakan perjuangan NU;  yaitu pertama, kaderisasi secara massif, baik di kalangan santri maupun non santri.

Kedua, membuat program yang berdampak luas dan dirasakan langsung oleh Masyarakat sekitar. Ketiga, beramaliyah aswaja secara istiqomah, baik dari rumah ke rumah atau dari masjid ke masjid atau dari majelis taklim ke majelis taklim lainya seperti, Yasinan, berjanjenan, tahlilan, dan lain sebagainya yang masih menjadi tradisi kaum Nadhliyyin.

Dalam Apel tersebut juga diberikan “NU Award” kepada tokoh-tokoh NU yang inspiratif. Yaitu dngan katagori;  1. Tokoh NU Panutan diberikan kepada KH. Jalal Asnawi, 2. Tokoh NU Penggerak, KH Anwar Zuhri, 3. Tokoh NU Penjangkau, Umiyatun dan 4.  Tokoh NU Siaga, Rebet Wahyudi.  (Arif Faozi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *