nasionalisme indonesia

Mensesneg : Nasionalisme Indonesia Itu Canggih!

Posted on

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar acara Seminar Nasional “Pemuda dan Bela Negara”. Acara berlangsung 3 hari, mulai dari 1-3 November 2018. Pembukaan dilaksanakan di Gedung Prof. H. M. Amin Abdullah yang rencananya dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) sekaligus membuka acara tersebut.

Namun, dalam kesempatan tersebut Jokowi berhalangan hadir dan diwakili oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno. Ucapan permohonan maaf pun disampaikan Mensesneg kepada semua audiens yang hadir.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

“Beliau itu paling senang kalau ketemu adik-adik, dia biasanya tertawa. Akan tetapi kemarin habis Maghrib ketika saya mendampingi beliau di suatu kegiatan dan beliau minta tolong untuk mewakili beliau di acara UIN Jogja,” Ungkap Pratikno

Menurut Pratikno, nasionalisme di Indonesia merupakan nasionalisme yang canggih. Ketika sumpah pemuda 1928 berani menyebut Indonesia sebelum adanya Indonesia, hanya berdasar pada sebuah imajinasi atau cita-cita. Itulah sering disebut dengan istilah Nasionalisme have fun.

Pratikno menambahkan bahwa di Eropa berdiri membangun negara ataupun bangsa dasarnya satu agama, satu bahasa, satu etnis. Kalau pun ada perbedaan agama dalam suatu negara itu sangat minimum sekali. Itulah nasionalisme paling sederhana.

Baca Juga >  Supir Ambulance NU Srumbung Tolong Ibu dan 2 Anaknya Kehabisan Bekal di Jalan

“Oleh karena itu, rasanya kita harus bersyukur kehadirat Allah SWT. Atas karuniaNya kita bisa menikmati perdamaian dan persatuan. Bhinneka Tunggal Ika, sesuatu yang tampaknya sederhana tetapi sungguh kenikmatan yang luar biasa,” Ucap Mantan Rektor Universitas Gajah Mada itu.

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara “Pekan Pancasila dan Bela Negara” yang berlangsung sejak 27 Oktober hingga 3 November. Sebelumnya diadakan lomba-lomba diberbagai tingkatan. Lomba Hadroh se-Daerah Istimewa Yogyakarta, Lomba karya Tulis lmiah tingkat Umum, Mahasiswa S1 dan S2 se-Indonesia dan lomba-lomba olahraga seperti Lomba Badminton, Tenis dan Tenis Meja Antar Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia. Dalam moment itu juga ada pembagian hadiah bagi para pemenang dalam berbagai cabang lomba.

Seminar Nasional yang dilaksanakan 3 hari ini akan dihadiri oleh para menteri. Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Panjaitan, Mahfud MD dan Ma’ruf Amin. Selain itu masih banyak juga tokoh-tokoh penting yang hadir dalam acara akbar tersebut. (Zaky)