Menjalankan Salat Ternyata Mudah, Kenapa Harus Ditinggalkan?
Allah menurunkan Islam sama sekali tidak bermaksud menimpakan beban berat kepada umat manusia. Karena itu, berkali-kali Allah dan Rasulnya menegaskan, “Addiinu yusrun,” agama ini mudah.
Salah satu tugas penting ahli agama adalah membantu menemukan solusi bagi umat agar mereka dapat menjalankan agama ini dengan senang dan mudah. Berkali-kali kita mendengar, “yassiruu wa laa tu’assiruu, basyyiru wa laa tunaffiruu,” permudahlah dan jangan mempersulit; beritakan kegembiraan-kegembiraan dan jangan membikin umat manusia lari (dari ajaran-ajaran agama).
Tentu dalam beragama diperlukan kehati-hatian (ihtiyath), akan tetapi berihtiyath secara berlebihan, apalagi jika dilakukan secara masif oleh umat, akan berakibat pembelengguan yang luar biasa. Akibatnya umat kesulitan meraih kesuksesan-kesuksesan, dan sejumlah ajaran serta cita-cita mulia sulit terealisasikan.
Sore kemaren lusa, usai menghadiri walimatul urs seorang santri, kami menuju ke Waduk Kedung Ombo Grobogan. Kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat walimah. Akan tetapi karena berangkat menjelang sore, kami sampai di lokasi saat pintu gerbang telah ditutup.
Ibu-ibu penjual ikan bakar menyarankan untuk berjalan kaki beberapa saat dan menaiki gundukan yang tak terlalu tinggi agar bisa melihat waduk meski dari jauh. Perjalanan yang cukup menyenangkan meski harus hati-hati karena kami tidak lagi muda.
Alhamdulillah, sampai juga kami di ketinggian. Sungguh menakjubkan pemandangan yang kami lihat. Nusantara ini benar-benar luar biasa. Tak heran, banyak pelancong menyebutnya taman surga.
Siang sebentar lagi berpamitan. Kami mengeluarkan rukuh dan air mineral ukuran 600 mili. Berdua kami saling membantu berwudhu. Kami berdua hanya membutuhkan seperempatnya saja untuk bersuci, alhamdulillah, sehingga kami masih punya cukup air minum untuk menemani tiga ikan bakar yang kami bawa dari bawah.
Kami menggelar dua kaos oblong untuk alas sujud. Alhamdulillah, kami bisa menjalankan salat Zuhur dan Asar dengan baik. Menjalankan salat ternyata mudah, kenapa harus ditinggalkan?
“YuriidulLaahu bikumul yusra walaa yuriidu bikumul ‘usra,” Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. QS. Al-Baqarah: 185.
Menjalankan Salat Ternyata Mudah, Kenapa Harus Ditinggalkan?
Wallaahu a’lam.
(09-05-2018)
Penulis: KH. Dr. Abdul Ghofur Maimoen, Katib Syuriah PBNU.








