Menjadi Shalih dan Muslih Sesuai Anjuran Nabi SAW
ما الفرق بين الصالح والمصلح؟
الصالح خيره لنفسه
والمصلح خيره لنفسه ولغيره
الصالح تحبُه الناس
والمصلح تعاديه الناس
لماذا؟
الحبيب المصطفى (صل الله عليه وسلم) قبل البعثة أحبه قومه لأنه صالح. ولكن لما بعثه الله تعالى صار مصلحًا فعادوه وقالوا ساحر كذاب مجنون.
ما السبب؟ لأن المصلح يصطدم بصخرة أهواء من يريد أن يصلح من فسادهم.
“Apa beda antara orang Shalih dan muslih (orang yang mampu menshalihkan orang lain)?
Orang Shalih membaiki dirinya sendiri. Sedangkan Muslih Kebaikannya untuk dirinya sendiri dan orang lain. Menjadi Shalih, akan membuat masyarakat mencintainya. Menjadi muslih, akan banyak masyarakat yang menentangnya.
Kenapa?
Sang kekasih terpilih Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallama, sebelum terutus menjadi nabi, kaumnya, mencintainya! Karena beliau Shalih! Tetapi, waktu Gusti Allah Ta’ala mengutusnya menjadi nabi dan berstatus muslih. Mereka, para kafir Quraisy melawannya, bahkan menjulukinya: Penyihir, pembohong, dan gila.
Apa sebabnya?
Karena muslih, akan berbenturan dengan ‘batu besar’ hawa nafsu orang yang akan di benahi kerusakannya.
Demikian tentang Menjadi Shalih dan Muslih Sesuai Anjuran Nabi SAW, semoga bermanfaat.
Penulis: Robert Azmi, Alumni Pondok Pesantren Lirboyo.








