Mendoakan Orang Mati Bukan Hanya Bid’ah, Tapi HARAM!

Benarkah Mati Karena Wabah Penyakit Jadi Syahid?

Dikisahkan bahwa pada suatu hari seorang Kiai kampung bernama Durrahman baru saja pulang dari kuburan. Tiba-tiba, ia kedatangan seorang pemuda lulusan sebuah kampus di Madinah yang hendak mengajak berdebat.

Dengan gaya seolah menguji, si pemuda bertanya pada sang ulama, “Pak Kiai, apa hukumnya mendoakan orang mati?”

Dengan mantap Kiai menjawab, “Haram!”

Di pemuda terkejut. Jawaban Kiai Durrahman di luar dugaannya.

“Alasannya, Kiai?” tanya si pemuda kembali.

“Islam mengajarkan, mendoakan orang harus yang baik-baik. Harusnya, kita mendoakan orang banyak rezeki, sehat, atau panjang umur. Jangan sampai kita mendoakan orang mati, itu doa buruk,” kata Kiai Durrahman.

Usai mendengar penjelasan Kiai, si pemuda pun lekas pamit pulang.

Ternyata yang dimaksud Kiai Durrahman dengan mendoakan orang mati adalah berdoa agar seseorang meninggal dunia. Bukan mendoakan orang yang sudah meninggal.

Nah, sekarang sudah jelas to, mendoakan orang mati itu bukan hanya bid’ah, melainkan sudah pada level haram.

(Sumber: NU Online.or.id)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *