Mantan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf Ikut Usung Keranda Jenazah KH M Nasikh Ridwan

Ketua Umum PBNU periode 2021-2026 KH Yahya Cholil Staquf ikut mengusung keranda jenazah KHM Nasikh Ridwan menuju pemakaman.

Bangkitmedia.com, BANTUL – Meninggalnya KH Muhammad Nasikh Ridwan secara mendadak mengejutkan banyak koleganya, termasuk Ketua PWNU DIY Dr KH A Zuhdi Muhdlor. Sebab selama ini Mas Nasikh, begitu panggilan akrabnya, sehat-sehat saja dan aktif mengikuti berbagai kegiatan.

“Malam Sabtu kemarin Mas Nasikh masih menghadiri acara haul almaghfurlah KH Ali Maksum di Krapyak. Bahkan juga mengantar mantan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf ziarah ke makam Dongkelan. Setelah ziarah Mas Nasikh sehat-sehat saja, justru yang kecapaian Gus Yahya,” kata Ketua PWNU DIY saat menyampaikan sambutan pada upacara pemberangkatan jenazah, Minggu (18/10) petang.

Bacaan Lainnya

Menurut Bu Wadhihah (mertua) kemungkinan almarhum mengalami serangan jantung. Minggu pagi itu rencananya mau mengimami Shalat Subuh di Masjid depan rumahnya. Tetapi ketika masih di rumah tiba-tiba terjatuh. Kemudian dibawa ke RS Bethesta. Namun jiwanya tidak tertolong. Sekitar pukul 09.20 WIB menghembuskan nafas terakhir. Almarhum meninggalkan seorang istri, Dr Hj Siti Rohmah Nurhayati MSi yang juga Dekan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta dan seorang anak, Radwa Navesa.

Upacara pemberangkatan jenazah ke tempat peristirahatannya terakhir di Makam Ketonggo Wonokromo Pleret Bantul dihadiri pelayat dari berbagai kalangan. Antara lain Katib Aam PBNU 2021-2026 KH Said Asrori, Koordinator Nasional Gusdurian, Alissa Qotrun Nada atau Alisa Wahid, Rais Syuriah PWNU DIY KH Mas’ud Masduki dan Ketua PWNU DIY Dr KH A Zuhdi Muhdlor dan segenap pengurus PWNU DIY, Rektor UNY Prof Dr Sumaryanto AIFO, Rektor UNU Yogya Dr H Fahmi Akbar Idries, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan Ketua Umum PBNU masa Khidmah 2021-2026 KH Yahya Cholil Staquf yang datang belakang serta langsung memimpin doa untuk almarhum. Setelah itu Gus Yahya ikut mengusung keranda jenazah KH M Nasikh Ridwan menuju pemakaman.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam sambutannya mengatakan, almarhum Nasikh Ridwan merupakan orang yang sangat aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Buktinya almarhum menjadi pengurus NU di berbagai tingkatan, selain menjadi Wakil Ketua PWNU DIY juga menjadi pengurus di PCNU Bantul, menjadi pengurus di MWC NU Pleret, bahkan juga menjadi pengurus di Ranting NU Wonokromo. “Artinya beliau berada dalam jaringan ulama,” kata.

Sedang Zuhdi Muhdlor menambahkan, almarhum Nasikh Ridwan juga menjadi pengurus di PBNI, yaitu di Rabithah Ma’ahidil Islam (RMI), yaitu asosiasi pesantren NU. Beliau memang sangat dekat dengan kalangan pesantren. “Beliau memang orang yang luar biasa. Kayaknya tidak ada orang yang mampu menjadi pengurus NU di semua tingkatan selain beliau, mulai PBNU sampai ranting. Karena itu kami merasa sangat kehilangan,” kata.

Selain menjadi pengurus NU di semua tingkatan, sampai akhir hayatnya KH M Nasikh Ridwan juga menjadi Wakil Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena itu selain banyaknya pentakziyah, juga banyak karangan bunga ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan. Semua merasa kehilangan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *