Bangkitmedia.com, YOGYA – Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) PWNU DIY melakukan Pembinaan Nazhir kepada Ketua PCNU dan Pengurus LWP PCNU se-DIY bertempat di Kantor DPD RI, Yogyakarta, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Pelaksanaan Program Tata Kelola dan Pengamanan Aset Wakaf NU. Sebagai narasumber Ketuaa LWP PBNU Dr. H. Tatang Astarudin, S.Ag., S.H., M.Si. dan Ketua Tanfidziyah PWNU DIY Dr. H. Ahmad Zuhdi Muhdlor, S.H., M.Hum.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua LWP PWNU DIY H. Wiratno, S.E., M.M. yang menyinggung adanya beberapa aset tanah wakaf NU yang digunakan oleh negara dalam hal ini Kemenag. Dilanjutkan sambutan Ketua Tanfidziyah PWNU DIY Dr. H. Ahmad Zuhdi Muhdlor, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya beliau mengatakan betapa pentingnya koordinasi antarpengurus lembaga di tingkat cabang dan pendataan aset wakaf yang dimiliki oleh NU.
Mengawali penyampaian tentang pengelolaan wakaf, Dr. H. Tatang Astarudin menegaskan, Wakaf adalah pilar dan alat baca peradaban. Sejarah panjang perjuangan dan pengabdian NU tidak dapat dipisahkan dari wakaf. Tiga pilar NU yakni madrasah, masjid, dan pesantren secara fikih adalah wakaf. Kini NU perlu transformasi dalam mengelola potensi dari setiap aset wakaf yang dimiliki agar semakin bermanfaat untuk umat. Pendataan dibutuhkan untuk menemukan real asset, dan selanjutnya dari real asset akan didapatkan real power. (Rls)








