KUA dan Bumdesma Piyungan Gelar Binwin Mandiri Catin Cegah Stunting

Bangkitmedia.com, BANTUL – Dalam rangka ikhtiar membagun keluarga sakinah mawaddah warahmah dan berkah, KUA, Bumdesma dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Piyungan berkolaborasi membekali calon mantin (catin) KUA Piyungan agar bisa mencapai tujuan pernikahan.

“Hal tersebut dilakukan mengingat data di wilayah DIY, angka perceraian terus naik. Dari sepuluh pasangan, tiga di antaranya berujung  perceraian,” kata Kepala Kankemenag Kulonprogo Dr H Wahib Jamil saat di acara BRUN di IKIP PGRI Wates.

Binwin tersebut diikuti sekitar 20 pasang catin di Aula Bundesma Piyungan, Rabu (4/11/26). Pada kesempatan tersebut, Bundesma juga memberikan cindera hati berupa sembako untuk pasangan yang hadir.

Direktur Bumdesma Mandiri Piyungan, Novi Wulandarti SE menyebut kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) untuk catin di KUA Piyungan diharapkan dapat ikut andil mencegah stunting. Pasalnya dalam binwin disampaikan materi tentang persiapan menjadi mantin yang ideal dengan mempersiapkan diri sehat lahir batin agar dikarunia keturunan yang sehat dan berkualitas.

Humas Kapanewon Piyungan, Sumarsono menyambut baik kerjasama ini sebagai bentuk ikhtiar bersama mencegah stunting. Pihaknya berharap kerjasama ini bisa terus dilanjutkan di antara lintas sektor.

Kepala KUA Piyungan As’ari SAg MH, menyampaikan amanah regulasi berdasar Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 30 Tahun 2024 Pasal 5, calon pengantin yang mendaftarkan pernikahan di KUA diwajibkan mengikuti kursus atau bimbingan perkawinan.

“Kegiatan ini diharapkan bisa menyiapkan kesiapan mental dan kedewasaan. Pernikahan menyatukan dua latar belakang, kepribadian, dan keluarga yang berbeda. Bimwin membantu calon pengantin membangun kesiapan emosional dan mental menghadapi dinamika rumah tangga,” ungkapnya.

Vivit Nur Fitriani SPsi dari PLKB Piyungan menyatakan angka stunting di Kapanewon Piyungan akhir-akhir ini mengalami penurunan. Meskipun demikian, harus tetap waspada dan terus memberikan penyuluhan ke masyarakat agar angka stunting bisa menjadi nol.

Pamateri dari KUA Drs Suryadi dan Arif Faozi SAg MH dalam kesempatan tersebut menyampaikan tips membangun keluarga sakinah yang penuh dinamika terus-menerus. Perlu ada komunikasi yang intensif bersama pasangan, membangun segitiga cinta yang meliputi, komitmen, ikatan emosional dan gairah.

“Sarannya, besuk kalau sudah jadi pasangan harus terus mau belajar memahami dan bersabar terhadap pasangan masing-masing,” kata Suryadi. (Arif Faozi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *