banser pundong

Komitmen Ansor-Banser Pundong Menjaga Bangsa

Posted on

Banser-GP Ansor Pundong bersama kelompok masyarakat aktif merawat kerukunan antar umat beragama dengan ikut melakukan penjagaan dan mengatur lalu lintas jalan di sekitar Gereja pada malam Natalan 2019.

Udaran dinamika pluralisme agama di Indonesia masih berkepanjangan, boleh jadi akan terus dinamis, gejolak naik turun akan terus berdampingan dengan situasi sosial politik perkembangan masyarakat Indonesiayang banyak suku, ras, dan penganut agama yang beragam. Lalu bagaimana kondisi plurasime agama di tingkat akar rumput?

Achat Farmadi, ketua GP-ANSOR NU Kecamatan Pundong berbagi cerita dan pandangan kepada penulis.

“Mafhum, bahwa dalam setiap perayaan hari besar keagamaan di Indonesia menjadi hirup pikuk kegiatan pengamanan para pimpinan wilayah, dan menjadi pembincangan viral di media sosial soal penyikapan perayaan hari besar satu agama oleh pemeluk agama lainnya. Persoalan pluralisme tidak berkisar hanyapada soal konsep, pemahaman dan wacana, namun pokok nyatanya adalah pada sikap, bagaimana menghargai, menerima danmempraktikkan apa yang dimaksudkan dengan pluralisme agama dalam interaksi hidup sehari-hari. Juga tidak kalah penting bagaimana peran negara pada isu tersebut. Apalagi,kita lihat sekarang ini, pluralitas masyarakat di hampirsemua wilayah di Indonesia yang berhimpit erat dengan realitas kehidupan global, pemahaman yang sepotong-sepotong tidak utuh dalam menyikapi realita kehidupan beragama, diungkapkan dan diumbar bebas dunia media sosial. Syukur kalau penyikapan positif untuk menjaga kerukunan, kalau sebaliknya, tentu ini menjadi riskan-beban risiko besar bagi Indonesia yang multi etnis dan agama.”

“Misalnya, kita patut prihatin dengan kabar yang sedang viral baru-baru ini, umat Nasrani di Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, yang tidak bisa merayakan Hari Raya Natal Bersama karena ada larangan dari pemangku kebijakan setempat. Berita viral yang mengemuka adalah pelarangan perayaan Natal. Padahal sejauh yang kami [Ansor dan Banser-red] mengerti adalah pelarangan yang dimaksud adalah pengaturan tempat perayaan Natal Bersama di sembarang tempat, kecuali di tempat ibadah ditunjuk pemerintah. Ingat, saya perjelas pada kata “Tempat dan Natal Bersama”, yang diatur adalah lokasi perayaan Natal Bersama, bukan larangan merayakan Natal. Namun, kalau kita pantengin media sosial, ungkapan sikap warganet yang terlihat viral adalah larangan perayaan Natal.” Demikian kata Achat Farmadi.

Di wilayah Kecamatan Pundong, seperti tahun-tahun sebelumnya, jajaran Pimpinan Muspika Kecamatan Pundong bersama warga dan kelompok sosial-agama masyarakat dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) saling menguatkan kerukunan antar umat beragama, saling menghargai keyakinan agama yang berbeda untuk menjaga kedamaian dan keamanan. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai kelompok anak muda Nahdlatul Ulama juga berperan aktif dalam sikap saling menghargai dan menghormati antar umat beragama, terjun langsung bersama Muspika, Polsek, Koramil, Linmas, dan kelompok masyarakat lainnya, untuk ikut melakukan pengamanan dan membantu kelancaran lalu lintas jalan di sekitar gereja-gereja di Pundong.

Baca Juga >  Ketua Ansor Piyungan: Ansor-Banser Harus Cerdas Bermedia Sosial

Di wilayah kecamatan Pundong ada tiga rumah ibadah umat Nasrani, yaitu 1. Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pundong (alamat: Dusun Piring, Desa Srihardono, Kec. Pundong, Kab. Bantul], 2) Gereja Katolik Santo Lukas [Dusun Tambran, Desa Panjangrejo, Kec. Pundong, Kab. Bantul], dan 3) Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI), [Dusun Baran, Desa Srihardono, Kec. Pundong, Kab. Bantul].

Menurut Roni Nurhuda, Anggota Banser Pundong, “Ada sekitar 30 anggota Banser yang ikut terlibat dalam penjagaan peribadatan umat Nasrani pada Malam Natal di gereja-gereja di Pundong. Para anggota Banser dibagi tiga kelompok yang ditugaskan untuk membantu keamanan ibadah umat Nasrani di tiga gereja di Pundong. Biasanya kami akan melakukan penjagaan tempat parkir, pintu masuk, dan pengaturan lalulintas penyeberangan para jemaat di jalan raya.”

Menurut Mustofa Kamal, relawan dari RPB (Radio Pundong Bersatu) yang ikut melakukan pengamanan di GKJ, Piring, Pundong, mengatakan “Kegiatan malam Natal di GKJ Piring Srihardono Pundong berjalan aman dan kondusif.”

RPB (Radio Pundong Bersatu) yaitu kumpulan warga masyarakat Pundong yang berbasis perangkat radiokomunikasi dengan frekuensi 143000 Mhz. RPD merupakan bagian jaringan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI, sebuah organisasi nirlaba di Indonesia yang beranggotakan pengguna perangkat radio komunikasi.

Lebih lanjut menurut Mustofa Kamal mengatakan, “Kegiatan ibadah Natal di GKJ Piring Srihardono Pundong tahun 2019 ini lebih ramai dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah jemaat direnakan banyak jemaat luar kota yang mudik ke Pundong, bebarengan dengan liburan sekolah yang cukup panjang. Jemaat setempat yang biasanya 150 orang, pada Malam Natalan tahun ini ada sekitar 300 orang. Acara ibadah di GKJ Piring Srihardono Pundong di mulai sekitar jam 19.30 WIB dan berakhir pukul 21.5 WIB.”

Kontributor: M. Anwar, responden MWC Pundong.