Kisah Wali Besar yang Membuat Mata Hatimu Jadi Terang Bersinar

Kisah Wali Besar Kwitang yang Membuat Mata Hatimu Jadi Terang Bersinar

Posted on

Kisah Wali Besar Kwitang yang Membuat Mata Hatimu Jadi Terang Bersinar.

Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang, atau biasa disapa Habib Ali Kwitang, dikenal luas sebagai sosok ulama besar pada jamannya. Beliau seorang ulama yang penuh kasih sayang kepada siapa saja. Tamunya datang dari berbagai kalangan, mulai pejabat, pengusaha dan rakyat biasa. Semua hadir penuh harap berkah dari sosok wali besar Kwitang ini.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Kisah hidup Habib Ali Kwitang penuh dengan keteladanan. Kesehariannya adalah cermin hidup bagi siapa saja yang ingin mengais berkahnya. Dalam suatu kisah, tatkala Habib Ali Kwitang sedang mengajar di rumahnya, di hadapan muridnya yang cukup banyak, beliau mendengar suara ibunda tercinta, Syarifah Salmah.

“Li… Ali… Li…,” begitu panggil sang ibu.

Kemudian Habib Ali, yang waktu itu telah berumur lebih dari 60 tahun, langsung saja permisi kepada semua muridnya.

“Saya minta ridhanya untuk menemui ibu saya terlebih dahulu.” Habib Ali pun menemui ibunya.

Ternyata sang ibu minta diantarkan ke kamar mandi. Bergegaslah Habib Ali menggendong sang bunda pergi ke kamar mandi. Bukan itu saja, Habib Ali lah yang langsung membersihkan dan menyuci pakaian sang ibu. Meski ada istri, tapi Habib Ali tidak mengizinkannya, karena demi bakti beliau terhadap sang ibu.

Baca Juga >  Karomah Habib Ja'far Assegaf, Gurunya Kiai Hamid Pasuruan

Padahal, waktu itu Habib Ali telah dikenal sebagai ulama yang terpandang di tanah Betawi, tetapi beliau bila dipanggil sang ibu tanpa pikir panjang langsung memenuhi panggilan itu.

Ada suatu peristiwa dimana Habib Muhammad, putra Habib Ali, masih kecil sementara Habib Ali sedang dalam rihlah dakwahnya di Negeri Singapura. Saat itu, sang ibu bertanya pada menantunya yaitu istri Habib Ali.

“Mana Ali, putraku?”

Dijawab oleh istri Habib Ali, “Sedang dakwah di Singapura, Umi.”

”Dengan spontan sang ibu memerintahkan pada menantunya itu, “Cepat kirim telegram, bilang padanya ibu memanggilnya untuk pulang!”

Langsung dikirimlah telegram itu kepada Habib Ali yang sedang berdakwah di Singapura. Sesampainya telegram itu pada Habib Ali, langsung beliau baca. Setelah dibaca, tanpa basa-basi Habib Ali pun permisi pamit untuk pulang karena sang ibu yang memanggilnya.

Begitulah tanda bakti seorang ulama besar, orang terpandang, panutan umat, Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang terhadap sang ibunda tercinta.

Demikian Kisah Wali Besar Kwitang yang Membuat Mata Hatimu Jadi Terang Bersinar, semoga bermanfaat.

(Mukhlisin)