Kisah Ulama Salaf Menemui Ibunya di Alam Kubur

Kisah Ulama Salaf Menemui Ibunya di Alam Kubur

Posted on

Kisah Ulama Salaf Menemui Ibunya di Alam Kubur.

Apa yang terjadi kepada orang tua ketika Anda berziarah ke makam mereka atau ketika anda mendo’akn mereka?¬†Syeikh Muhammad Al Syanqithi berkata, “Semoga Allah mengampuni keluarga kita yang telah meninggal dunia dan kaum muslimin yang telah meninggal dunia. Aku tidak mampu menahan tangis betapa perlunya ahli kubur kepada kita. Aku terkesan dan aku ingin semuanya mengetahui ini.”

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Syekh Ustman bin Sawad, ulama salaf, bercerita tentang ibunya. Seorang wanita yang ahli ibadah. Ketika ibunya akan meninggal dunia, ia mengangkat pandangannya ke langit dan berkata: “wahai tabunganku, wahai simpananku, wahai Tuhan yang selalu menjadi sandaranku alam hidup ku dan setelah kematian ku, jangan Engkau abaikan diriku ketika mati, jangan biarkan aku kesepian dalam kuburku.”

Kemudian ia meninggal dunia.

Aku suka berziarah ke makamnya setiap hari Jum’ah. Aku berdo’a untuknya dan aku memohon ampun baginya dan semua ahli kubur di situ.

Pada suatu malam aku bermimpi berjumpa dengan ibuku.

Aku berkata: ” wahai ibuku, bagaimana keadaanmu..?”

Ia menjawab: ” wahai anakku, sesungguhnya kematian itu adalah kesusahan yang dahsyat. Aku Alhamdulillah ada di alam barzakh yang terpuji. Ranjangnya harum, dan bantalnya terbuat dari tenunan kain sutera.”

Aku berkata : ” apakah ibu ada keperluan kepadaku..?”

Ia menjawab : ” iya, janganlah kamu tinggalkn ziaroh yang kamu lakukan kepada kami. Sungguh aku sangat senang kedatangan mu pada hari Jum’ah ketika berangkat dari keluargamu. Orang-orang akan berkata kepadaku, “ini anakmu sudah datang,” dan aku merasa senang, dan orang-orang mati yang ada di sekitarku juga senang.”

Baca Juga >  Habib Umar bin Hafidz dan Rahasia Makam Zanbal di Yaman

Basysyar bin Gholib, ulama salaf juga berkata : “aku bermimpi Robiah Al-adawiyah dalam tidurku. Aku memang selalu mendo’akannya. Dalam mimpi itu ia berkata kepadaku, ” Wahai Basysyar , hadiah-hadiahmu selalu sampai kepada kami di atas piring dari cahaya, di tutupi dengan sapu tangan sutera. ”

Aku berkata:” bagaimana hal itu bisa terjadi..?”

Ia menjawab: “begitulah do’a orang-orang yang masih hidup, dan do’a itu di kabulkan, maka do’a itu di letakan di atas piring dari cahaya dan ditutupi dengan sapu tangan sutera, lalu hadiah itu di berikan kepada orang mati yang di do’akan itu. Lalu di katakan kepadanya: ” Terimalah ini hadiah si Fulan kepadamu.”

Seberapa sering kita berziaroh ke makam orang tua, keluarga, dan guru kita yang telah meninggal dunia..?

Seberapa banyak kita mendoakan mereka dalam waktu-waktu kita beribadah..?

Sesungguhnya ziaroh dan do’a kita sangatlah penting bagi mereka.

Allahu ta’ala a’lam bishowab.

Demikian Kisah Ulama Salaf Menemui Ibunya di Alam Kubur, semoga bermanfaat.

Penulis: Abiya Jeunieb.