Kisah Mbah Dimyati Banten Dituduh PKI dan Masuk Penjara

Posted on

Kisah Mbah Dimyati Banten Dituduh PKI dan Masuk Penjara

KH Dimyati Amin Banten (akrab disapa Mbah Dim atau Abuya Dimyati) adalah ulama kharismatik yang sangat masyhur pada jamannya. Kewibawaan dan karomahnya dikenal luas dan dirasakan para santri dan masyarakat di berbagai penjuru Nusanatara. Bahkan para ulama dunia mengakui karomah dan keulamannya yang luar biasa.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Mbah Dimyati Banten dikenal sangat disiplin dalam ngaji. Semua anggota keluarganya diwajibkan ngaji kepadanya, baru kemudian santri-santrinya. Anak dan istrinya harus berada di barisan paling depan, sehingga putra-putranya juga dikenal luas ilmunya dan tinggi derajat  kemuliaannya.

Salah satu kisah memilukan dalam hidup beliau adalah fragmen penjara. Usai tragedi PKI tahun 1965, Orde Baru membuat kebijakan untuk menghabisi semua antek-antek PKI. Fakta di lapangan sangat memilukan, karena negara memang sangat genting saat itu. Mbah Dimyati Banten termasuk mengalami fase hidup yang menegangkan di tengah pasca tragedi 1965 itu.

Mbah Dim saat itu difitnah sebagai pemberontak negara dan juga dituduh masuk jaringan PKI. Akhirnya Mbah Dim ditangkap dan dimasukkan penjara. Tragis, padahal beliau sosok ulama yang sangat dihormati saat itu. Tahun 1977, Mbah Dimyati mengkritik kebijakan intimidasi Golongan Karya (Golkar) kepada masyarakat.

Saat itu, Mbah Dim mengharapkan pemerintah jangan otoriter dalam politik, apalagi kaitanya dengan Golkar. Bagi Mbah Dim, Golkar bukanlah pemerintah. Golkar sama seperti Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Indonesia. Semua sama sebagai peserta Pemilu 1977.

Baca Juga >  Hanya Satu Perkataan, Mbah Hamid Pasuruan Sudah Jawab Semua Pertanyaan Tamu

Karena keberanian itulah, Mbah Dim akhirnya difitnah sebagai pemberontak dan dilabeli sebagai antek PKI. Beliau ditangkap pada 14 Maret 1977 dan ditahan di penjara Pandeglang. Para santri dan jawara bersama masyarakat turun ke jalan untuk membebaskan Abuya Dimyathi. Namun Abuya Dimyati melalui anak beliau Abuya Murtadho menuliskan surat yang isinya meminta para santri dan para jawara untuk tenang.

Ada peristiwa aneh yang menimpa orang-orang yang terlibat penangkapan dan pemenjaraan Abuya Dimyathi. Mereka antara lain dari polisi, hakim, dan jaksa.

“Jaksa Negeri Pandeglang menjadi gila. Hakim Pengadilan Negeri Pandeglang menjadi bisu. Anggota Polri yang menjemput Abuya menjadi stres, stresnya itu hampir setiap hari selalu berada di jalan menyetopi dan melempari mobil-mobil yang melintas.”

Mbah Dim sebenarnya sosok ulama yang penuh kasih sayang. Walaupun beliau dipenjara dan dituduh PKI, tetap saja beliau tenang dan memaafkan semua yang terlibat dalam pemenjaraannya. Tapi kuasa Allah berkata lain. Melalui fakta-fakta aneh itu, Allah memberikan peringatan bagi manusia agar tidak sewenang-wenang dalam kebijakan kekuasannya, apalagi sampai melakukan fitnah kepada ulama.

Itulah sosok Mbah Dimyati Banten. Semoga Kisah Mbah Dimyati Banten Dituduh PKI dan Masuk Penjara bermanfaat buat kita semua.

(Mukhlisin)