kiai umaruddin masdar

Kisah Kiai Umaruddin Membimbing Masyarakat Masuk NU

Posted on

Kiai Umaruddin Masdar, sosok kiai muda alumnus Pesantren Tebuireng Jombang, yang saat ini domisili di Ngoto Sewon Bantul. Mengisi ngaji majlis taklim di berbagai tempat, dilakukannya dengan riang dan gembira. Ternyata, ada kisah menarik dalam perjalanannya membimbing masyarakat.

Berikut ini kisah selengkapnya yang ditulis Kiai Umaruddin Masdar pada Kamis 27 Desember 2018. Selamat menikmati yaa….

Mereka Akhirnya Memilih NU: 
Ingin Hidup Damai dengan Masyarakat, Beragama dengan Penuh Kegembiraan & Tercerahkan

Dalam 4 tahun terakhir, ada banyak orang bertamu ke rumah minta dibimbing dan dibaiat masuk NU. Kebanyakan orang perumahan, orang berada.

Sudah bertahun-tahun mereka ikut pengajian & kajian Islam di berbagai masjid atau majlis ilmu. Pada akhirnya mereka menemukan yang dicari: Islam yang damai bersama para kiai & masjid NU..

Pengajian di masjid/majlis NU penuh kedamaian, dan kejenakaan. Hidup jadi tenang & indah. Persoalan agama dan kemasyarakatan yang pelik bisa diselesaikan dengan mudah dan terkadang sambil tertawa..

Di masjid/majlis bukan NU, kata mereka, ngajinya cenderung mudah menyalahkan, menyesatkan, mengkafirkan, menebar kebencian kepada kelompok berbeda, bahkan menyerang pemerintah.

Baca Juga >  Tauhid Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (6)

Kami ingin hidup damai dan tenang, di NU kami menemukan kedamaian & dan hidup yang senantiasa penuh pencerahan dan pengkayaan wawasan keilmuan. Di NU kami ingin bersandar dan mengabdi sampai akhir hayat. Begitu kata mereka sebelum baiat.

Dalam Muqoddimah Qonun Asasi, Hadratus Syaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari menulis:

فَهَلُّمُوْاكُلُّكُمْ وَمَنْ تَبِعَكُمْ جَمِيْعًا مِنَ اْلفُقَرَاءِ وَاْلاَغْنِيَاءِ وَالضُّعَفَاءِ وَالاَقوِيَاءِ اِلَى هَذِهِ اْلجَمْعِيَّةِ اْلمُبَارَكَةِ اْلمَوْسُوْمَةِ بِجَمْعِيَّةِ نَهْضَةِاْلعُلَمَاءِ. وَادْخُلُوْهَا بِاْلمَحَبَّةِ وَاْلوِدَادِ وَاْلأُلْفَةِ وَاْلاِتِّحَادِ. وَاْلإِتِّصَالِ بِأَرْوَاحٍِ وَأَجْسَادٍ.
فَإِِنَّهَاجَمْعِيَّةُ عَدْلٍ وَأَمَانٍ وَاِصْلاَحٍ وَاِحْسَانٍ

Wahai saudaraku semua dan segenap pengikutnya dari golongan kaum fakir miskin, para hartawan, rakyat jelata dan orang-orang kuat, mari berbondong-bondong masuk jam’iyyah (organisasi) yang diberi nama “Nahdlatul Ulama ini”. Masuklah dengan penuh kecintaan, kasih sayang, rukun bersatu dan dengan ikatan jiwa raga. Ini adalah jam’iyyah yang lurus, bersifat memperbaiki dan menyantuni..

Selamat datang di NU.