Kisah Gus Mus Ziarah ke Makam KH Maimoen Zubair di Makkah

Gus Mus ziarah ke makam mbah maimoen zubair

Kisah Gus Mus Ziarah ke Makam KH Maimoen Zubair di Makkah.

Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) mengisahkan momen istimewanya saat ziarah ke makam KH Maimoen Zubair di Ma’la Makkah. Ditemani Gus Ulil dan Ning Ienas Tsuroiya, Gus Mus menjelaskan kondisi pemakaman dalam kebijakan pemerintah Arab Saudi.

Berikut ini kisah lengkap yang ditulis Gus Mus dalam akun facebooknya pada Rabu 19 Februari 2020.

Di M A ‘ L Ã T atau M A ‘ L Ã

Akibat begitu hati-hati atau takutnya Pemerintah Saudi Arabia kalau-kalau orang-orang Islam akan menyembah kuburan, maka pusara-pusara di makam-makam di SA –termasuk makam terkenal B a q i ‘ di Medinah dan M a ‘ l ã di Mekkah– dihapuskan. Yang tinggal hanya dataran tanah rata dengan batu-batu sekepalan tangan sebagai tanda bahwa di bawahnya ada jenazah. Maka kita tak akan pernah tahu persis makam tokoh-tokoh sejarah termasuk tokoh sahabat. Rupanya ini saja tidak dianggap cukup, pemerintah masih memerlukan menjaga ketat makam-makam. Sesuatu yang membuat ‘malas’ berziarah masuk ke kawasan pemakaman yang seperti tak bertanda itu.

Begitulah; berkali-kali aku datang ke Tanah suci, boleh dikata tidak pernah masuk pemakaman bersejarah Baqi’ dan Ma’lã. Cukup berdoa dari kejauhan.

Nah, berkat dimakamkannya Allahu yarham Kiai Maemoen Zubeir di Pemakaman M a ‘ l ã , aku –untuk pertama kali– berminat dan berkesempatan masuk di pemakaman kuno yang berada di ‘dataran tinggi’ Hajün itu. Dan seperti yang saya singgung di atas, yang terlihat hanya dataran tanah rata dan batu-batu sekepalan tangan. Padahal disini dikebumikan beberapa tokoh Bani Abdi Manaf dan Bani Hasyim; tokoh-tokoh sahabat termasuk Yasir, Sumaiyah, hingga Abdullah bin Umar –radziyaLlãhu ‘anhum. Juga di pemakaman ini, dikebumikan tokoh-tokoh Ulama mutakhir ternama seperti Syeikh Nawawi Banten, Syeikh Mahfudz Termas, Sayyid Alawi Maliki dan puteranya Sayyid Muhammad, Syeikh Yasin Padang, dll.

Disini juga dikebumikan Ulama dan tokoh Nusantara belakangan seperti Kiai Muslih Mranggen, Kiai Muhammadun Kajen, Ketua PBNU Subhan ZE, hingga Mustasyar PBNU Kiai Maemoen Zubeir sendiri.

Puncak syukur kami dalam ziarah pertama kali di Pemakaman Ma’lã ini, tentu saja s o w a n Perempuan Agung, Perempuan terhebat dalam Islam, Pendamping utama Rasulullah shallaLlãhu ‘alaihi wasallam, Ibu kaum mukminïn Sayyidatinã Khadïjah al-Kubrã, radziaLlãhu ‘anhã.

Lahã walijamii’i man dufina fii maqbarati Ma’latil Jannah… Al-Fãtihah.

Gus Mus ziarah ke makam mbah moen
Gus Mus ziarah ke makam mbah moen
Gus Mus memimpin tahlilan untuk mbah moen
Gus Mus memimpin tahlilan untuk mbah moen

________________

Semoga artikel Kisah Gus Mus Ziarah ke Makam KH Maimoen Zubair di Makkah ini memberikan manfaat dan keberkahan untuk kita semua, amiin..

simak artikel terkait di sini

simak video terkait di sini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *