“Kisah Dua Orang Kiai Bermain Golf”

gus dur

Dalam suatu kesempatan ceramah di sebuah pesantren di Jawa Timur, Gus Dur berpesan pada para kyai dan ulama tentang perlunya mengetahui perkembangan dan kemajuan teknologi dan juga gaya hidup. Di sela-sela uraiannya lalu cerita pun bergeser pada perilaku kyai zaman dulu dan kyai zaman sekarang.

Intinya adalah kita ndak harus masuk atau ikut-ikutan terbawa dalam gaya hidup modern, tapi sekedar mengetahuinya saja itu ada baiknya, begitu kata Gus Dur. Kemudian Gus Dur berseloroh tentang dua orang kyai yang tinggal di kota besar dan memiliki hobby bermain golf.

Ceritanya gini….,

Bacaan Lainnya

Suatu hari dua orang kyai tersebut sedang bermain golf, sebut saja kyai A dan kyai B. Kyai A ini termasuk yang sudah lancar dalam bermain golf, sementara teman bermain golfnya hari itu kyai B adalah belum mahir bermain. Sehingga kyai B selalu mengalami kesulitan dalam mengayunkan stik dan memukul bola. Setiap kali pukulan stiknya meleset, kyai B selalu mengumpat :
“Sialan, tidak kena .. !”

Pukul lagi meleset lagi, mengumpat lagi,
“Sialan, gak kena .. !”,, kyai B hanya tidak mengumpat jika pukulan stiknya mengenai bola saja, demikian seterusnya …

Lama kelamaan kyai A merasa tak nyaman juga terus menerus mendengar umpatan kyai B tersebut, lalu dia pun mengingatkan temannya yang sama-sama kyai itu :

Kyai A : “Pak Kyai…., nuwun sewu, kita ini kan kyai yang harus menjadi contoh baik bagi masyarakat. Tidak baik kedengarannya kalau sampai orang-orang mendengar panjenengan mengumpat keras seperti itu … ”

Kyai B : “Maafkan saya pak kyai, saya berjanji akan berhenti mengumpat .. ”

Permainanpun berlanjut dan seperti biasa kyai B yang belum mahir itu sering meleset ketika mengayunkan stiknya, dan kali ini dia tak mengumpat lagi. Namun setelah kurang lebih setengah jam bermain dan kyai B kembali meleset saat mengayunkan stiknya, dia keceplosan lalu kembali mengumpat :

“Sialan,, gak kena…., ! ”

Kata kyai A : “Lho njenengan tadi sudah janji ndak mengumpat lagi toh…., ? ”

Kyai B : “Sekali lagi maafkan saya pak kyai, saya berjanji akan berhenti mengumpat, dan untuk kali ini saya berjanji juga, seandainya saya mengumpat lagi maka lebih baik saya disambar petir saja…., ”

Kyai A : “Baiklah .. ”

Permainan pun kembali barlanjut dan beberapa jam berlalu tanpa terjadi apa-apa. Tapi kemudian kyai B lupa akan janjinya. Saat dia memukul bola dan kembali meleset, dia pun mengumpat lagi :

“Sialan, ndak kena .. !”

Tepat pada saat kyai B mengucapkan umpatan tersebut, tiba-tiba terdengar petir menyambar sebatang pohon yang berdiri tepat di belakang mereka. Pohonpun hancur luluh lantak….,

Sontak kedua kyai itu mematung saking terkejutnya, dan sebelum mereka tersadar kembali, mereka mendengar suara dari langit :

“Sialan, tidak kena…, !! ”

“Grrrrrrr……, ” Tawapun meledak di tengah-tengah jamaah yang sedang khusyuk mendengarkan cerita Gus Dur, diiringi tepuk tangan meriah …

Salam Santun

Penulis: Rudi Bintang, Cirebon, 18 Maret 2019

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *