kiai sepuh jawa timur

Kiai Sepuh Jawa Timur Wajibkan Mahasantri Ikut PKP NU

Posted on

Berita NU, BANGKITMEDIA.COM

KEDIRI- Para santri yang akan lulus dari pesantren adalah generasi masa depan bagi NU. Makanya, para santri itu harus dikader sejak dini karena akan menjadi penerus perjuangan yang menjaga faham ahlussunnah wal jama’aah an-nahdliyyah.

Demikian ditegaskan Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri, KH Muhammad Anwar Mansyur dalam pembukaan acara Pendidikan Kader Penggerak (PKP) NU bagi  mahasantri  Lirboyo di Aula Muktamar Pesantren Lirboyo Kediri, Sabtu (14/04). Acara PKP NU ini berlangsung pada 14-16 April 2018. Kiai Anwar Mansyur saat ini adalah salah satu kiai sepuh di Jawa Timur.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Kiai Anwar Mansyur langsung menjadi komando dalam acara ini. Beliau menginstruksikan para mahasantri Lirboyo mengikuti acara PKP NU yang diselenggarakan PCNU Kota Kediri ini.

“Didirikannya Nahdlatul Ulama (NU) adalah upaya untuk mewadahi dan menjaga faham ahlussunnah wal jamaah. Aswaja ini kita ajarkan di pondok pesantren, karenanya para santri wajib menjaga NU. Kenapa para mahasantri harus dikader sejak dini? Karena pemuda hari ini adalah generasi masa depan, artinya kalian semua adalah masa depan NU,” tegas Kiai Anwar Mansyur yang juga Rais Syuriah PWNU Jawa Timur.

Sementara itu, Wakil Rektor Ma’had Ali Pesantren Lirboyo, KH Dahlan Ridwan menjelaskan bahwa PKP NU dimaksudkan untuk memberi bekal ke-NU-an bagi para mahasantri. Mengingat pentingnya hal ini, maka PKP NU ini menjadi syarat kelulusan bagi para mahasantri.

Baca Juga >  Ini Pesan Ketua PBNU KH. Abdul Manan di Konferwil IV PWNU Banten

“PKP NU menjadi syarat kelulusan dari para mahasantri yang sekarang sedang semester VI. Saat ini ada  449 mahasantri Ma’had Ali Pesantren Lirboyo yang mengikuti acara ini,” tegas Gus Dahlan, panggilan akrabnya.

“Ini adalah PKP NU angkatan kedua bagi keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo. Angkatan pertama adalah para santri senior,  alumni,  asatidz,  kiai muda, serta dzurriyah Pesantren Lirboyo,” lanjut Gus Dahlan.

Acara PKP NU ini dihadiri empat instruktur nasional yang dipimpin oleh KH. Abdul Mun’im Dz. Dalam sambutannya, Kiai Mun’im menegaskan bahwa cakupan peserta PKP NU ini awalnya adalah struktur NU, tapi belakangan ini pada kenyataannya diikuti kalangan pesantren baik pengasuh maupun asatidz, para profesional bahkan kalangan perguruan tinggi.

“Hari ini cakupan itu mulai merambah ke segman mahasantri seperti di Pesantren Lirboyo. Ini adalah angkatan pertama yang seluruh pesertanya adalah mahasantri. Pesan saya, ikuti PKP NU ini secara ikhlas dan serius dan semoga menjadi bekal kelak berkhidmah kepada jamiyyah NU,” tegas Kiai Mun’im yang juga Wakil Sekretaris Jendral PBNU. Berita Islam Terkini (md)