Ketika Umar bin Khattab Tanyakan Hakikat Angin

Ketika Umar bin Khattab Tanyakan Hakikat Angin

Posted on

Ketika Umar bin Khattab Tanyakan Hakikat Angin.

“Angin terbagi dua macam:,” kata Syaikh Abul Faraj al-Jauzi, “Angin nikmat dan adzab. Masing-masing punya empat pembagian. Nama empat angin nikmat adalah al-mubassyirat, an-nasyr, al-mursalaat, dan ar-rakhaa’. sedang nama empat angin adzab adalah al-‘ashif, al-qaashif, al-‘aqiim, dan sharshar.” (Nihayatul Arab Syaikh Syihabuddin an-Nuwairy, bab unsur-unsur hawa)

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Kisah sahabat Abi Hurairan RA: “Dijalanan Makkah, ketika Umar bin Khatthab menunaikan haji, rombongan kami terkena angin kencang. Lalu, Umar bertanya pada orang yang berada dikanan-kirinya: ‘Adakah diantara kalian yang mendapatkan hadis tentang angin?’. Tiada yang menjawab. Pertanyaan Umar sampai padaku. Dari barisan paling belakang, aku menggebrak tungganganku, hingga menyusul Umar. Kutanyakan padanya, ‘Hei, Amirul Mukminin. Ada yang berkata kalau anda bertanya masalah angin. Sungguh! aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu alayhi wasallama bersabda: ‘Angin itu, dari rahmat Allah pada hamba-hambanya. Kadang datang bersama rahmat. Kadang juga bersama adzab. Maka, jangan mencacinya! Mintalah pada Allah, kebaikannya, dan berlindunglah pada Allah, dari kejelekannya.’” (Tafsir Imam Syafi’i & Nihayatul Arab).

Pagi ini. Angin begitu sejuk. Semilir. Membuat mata terkantuk-kantuk. Lalu, Zzzz … zzz … zzz …   

Riuh angin menyusup kalbu. Membelai lembut dalam jiwa. Memompa denyut surgawi. Akan kah raga dapat bercumbu? Dalam renyuh kenikmatan Nya (Annisa rosalia).

Baca Juga >  Mimpi Bertemu Habib Umar, Santri Nakal Itu Hilang Keinginan Maksiatnya

Gusti Allah Ta’ala berfirman:

وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ فَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ وَمَا أَنتُمْ لَهُ بِخَازِنِينَ ﴿١٥: ٢٢

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (Al-Hijr: 22)”

Ketika angin menerpa. Kanjeng Nabi shallallahu alayhi wasallama berdoa: “Ya, Allah. Jadikan angin ini adalah riyaahan; angin rahmat, bukan riihan; adzab.”. (Tafsir Qurthubi)

Sahabat Abu Hurairah RA. berkata: “Pernah kumendengar Baginda Nabi shallallahu ‘alayhi wasallama bersabda: Angin janub (Yang bertiup dari arah selatan keutara. Seperti sekarang ini yang semilir luar biasa) asalnya dari syurga. Ia adalah angin untuk mengawinkan tumbuh-tumbuhan yang Allah sebut dalam kitabNya. Dan didalamnya ada kemanfaatan-kemanfaatan untuk umat manusia” (ad-Durrul-Mantsur Imam Suyuthi)

Mugi-mugi mawon … Mugi-mugi mawon …

Demikian kisah Ketika Umar bin Khattab Tanyakan Hakikat Angin, semoga manfaat.

6 Mei 2020.

Penulis: Robert Azmi, tinggal di Nganjuk.