Kenapa Hati Manusia Lebih Suka Dunia, Mudah Berpaling dari Akhirat?

Kenapa Manusia Suka Dunia, Mudah Berpaling dari Akhirat?

Posted on

Kenapa Manusia Suka Dunia, Mudah Berpaling dari Akhirat?.

Betapa banyak kita lihat manusia saling berlomba mencari dunia, mereka bergegas dan takut akan kehilangan dunia.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Sementara kita lihat mereka duduk dan berlambat-lambat dalam menghadiri shalat lima waktu berjamaah di masjid-masjid, padahal itu merupakan tiang agama.

Dan betapa banyak kita lihat mereka tetap duduk di jalan-jalan, toko-toko berjam-jam yang lama, mereka mengalami susahnya hawa terik panas dan dingin, demi mengais dunia.

Sementara kita melihat mereka tidak bisa bersabar untuk duduk beberapa menit saja di masjid untuk menunaikan shalat atau membaca Alquran.

Dan betapa banyak kita lihat para pemuda muslimin mereka berlomba ke lapangan-lapangan bola, mereka menghamburkan banyak uang untuk membeli tiket masuk, kemudian disana ribuan orang berkumpul. Terkadang mereka menghabiskan siang harinya dan begadang malamnya, berdiri dengan kaki mereka, mata mereka tertuju, badan mereka tegak, suara mereka nyaring, menyaksikan para pemain yang menang dari mereka. Mereka rela bersusah payah begini di jalannya setan.

Sementara jika mereka dipanggil untuk menghadiri shalat di masjid dengan “Hayya alash Shalah Hayya alal Falaah” mereka pura-pura buta dan tuli dan mereka berpaling. Seolah-olah muadzin itu mengajak mereka ke penjara atau seakan-akan ia meminta hak dari mereka.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ارْكَعُوا لا يَرْكَعُونَ وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

“Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” mereka tidak mau rukuk. Celakalah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (QS. Al-Mursalat 48)

Baca Juga >  Rahasia Penciptaan Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلا يَسْتَطِيعُونَ ° خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُون.

“(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkap dan mereka diseru untuk bersujud; maka mereka tidak mampu. Pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan).” (QS. Al-Qalam 42-43)

Wahai kaum muslimin, keadaan ini kebanyakan kita sekarang lebih mementingkan dunia dan berpaling dari akhirat.

– Kita tidak mengambil ibrah dari orang yang (telah mati) mendahului kita..
– Kita tidak melihat kepada orang di sekitar kita..
– Kita tidak lagi tersentuh oleh nasehat..
– Kita tidak bisa mengambil manfaat dari peringatan..

Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un

Kita memohon kepda Allah semoga Dia mengaruniakan kepada kita taubat, menyadarkan hati kita dari kelalaian ini. Sesungguhnya Dia mendengar dan mengabulkan doa.

*Photo Habib Quraisy Baharun di depan makam Imam Wakie’ Guru Imam As-Syafi’i.

(Penulis: Habib Quraisy Baharun, Pendiri Pesantren As-Shidqu, Cirebon)

_____________

Semoga artikel Kenapa Manusia Suka Dunia, Mudah Berpaling dari Akhirat? ini dapat memberikan manfaat dan keberkahan untuk kita semua, amiin..

simak artikel terkait di sini

simak video terkait di sini