hati manusia

Kedangkalan Jadi Sumber Utama Ketegangan dan Kegelisahan

Posted on

Apa-apa yang telah merasuk di hati, memakrifat, tentulah melampaui sekat-sekat formal lahiriah….

Perkara hati, sungguhlah tiada batasnya. Menyekat hati dengan batas-batas formal lahiriah hanyalah akan menyebabkan pengikisan, pengerdilan, dan lalu pendangkalan.

Kerapkali, kedanglalan-kedangkalan menjadi sumber utama ketegangan dan kegelisahan.

Bila pikiranmu tegang dan hatimu gelisah, cermatilah jangan-jangan itu semata akibat kamu sedang mengerdilkan hatimu dan mendangkalkan pikiranmu.

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

Lihatlah, misal, seorang pendosa. Ilmumu boleh jadi menyatakannya berdosa, namun luasnya hatimu akan mudah memafhuminya sebagai sebuah karunia. Bagimu dan baginya. Dan begitupun dalam hal-hal sebaliknya.

Maka bersyukur sajalah atas semua dosamu dan berpilulah pada semua amaliah salehahmu. Atau sebaliknya. Atau sebaliknya lagi. Atau sebaliknya yang lain lagi.

Dosa bisa jadi adalah nama lain dari Rahman RahimNya, sebagaimana pahala bisa jadi adalah nama lain dari murkaNya. Yang mana yang kita tahu? Tiada kita kuasa memahaminya dengan sungguh seksama.

Jika berada di keramaian, orang-orang adalah para idola keluhungan dan diri adalah terdakwa pendosa yang menyedihkan. Jika sedang sendirian, diri adalah pendosa dan seluruh gerak suara adalah belai ampunanNya.

Baca Juga >  Dari Bau Keringat, Kiai Hasan Genggong Bisa Tahu Seorang Habib

Dalam laku saleh pun, berjubel dosa gemar betul untuk kobar di dalamnya. Lalu, mengapa jemawa atas segala amal dan putus asa pada segala dosa?

Kusaksikan ilmu dan amal membentengi hatiku dariMu….

Kurasakan perasaan yang mengoyak CahayaMu dalam dzikir, asma’, dan sujudku padaMu….

Nabi Yunus telah meneladankan: aku tidaklah bermaksud berlepas diri dari hawa nafsku dan sungguh hawa nafsu senantiasa menyurukkanku kepada keburukan kecuali yang telah Engkau rahmati dan jalanMu merahmatinya rupanya bergalur dalam istighfarku yang lalu Engkau deraikan jadi kerahimanMu…

Penulis: Dr H Edi Mulyono, wakil ketua LTN PWNU DIY.