Karomah Syekh Nawawi Albantani Melihat Ka’bah Dengan Telunjuknya

Karomah Syekh Nawawi Al-Bantani: Jasadnya Utuh, Kakinya Bersinar

Posted on

Karomah Syekh Nawawi Al-Bantani: Jasadnya Utuh, Kakinya Bersinar.

Syekh Nawawi Al-Bantani, sosok ulama Nusantara yang menjadi guru besar di Tanah Suci Makkah Madinah. Namanya sangat harum, karena ilmunya diakui secara luas dunia internasional. Kitab-kitab yang dikarang menjadi rujukan semua kalangan, apalagi umat Islam di Nusantara.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Selain dikenal luas akan tingginya keilmuan Syekh Nawawi Al-Bantani, juga dikenal luas terkait karomah-karomahnya. Kisah karomah Syekh Nawawi Al-Bantani menunjukkan tingginya kesalehan dan ketaqwaannya, sehingga menjadi teladan bagi semua umat Islam. Makanya, murid-murid Syekh Nawawi Al-Bantani menjadi ulama-ulama besar di berbagai penjuru dunia Islam.

Salah satu karomahnya adalah kisah Syekh Nawawi Al-Bantani ketika menulis syarah kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghozali. Saat itu, lampu minyak beliau padam, padahal saat itu sedang dalam perjalanan dengan unta. Tapi di jalan pun ia tetap menulis.

Saat itu, Syekh Nawawi Al-Bantani berdoa:

“Bila kitab ini dianggap penting dan bermanfaat buat kaum muslim, saya memohon kepada Allah SWT agar memberikan sinar agar bisa melanjutkan menulis.”

Setelah berdoa itu, tiba-tiba jempol kaki beliau mengeluarkan api, bersinar terang, dan beliau meneruskan menulis syarah itu hingga selesai dan bekas api di jempol tadi membekas. Hingga suatu ketika, saat pemerintah Hijaz memanggil beliau untuk dijadikan tentara (karena badan beliau tegap), ternyata beliau ditolak, karena adanya bekas api jempol tadi.

Selain itu, karomah Syekh Nawawi Al-Bantani juga terlihat nyata saat beliau telah wafat. Saat itu, pemerintah Hijaz sedang melakukan pembongkaran makam-makam, termasuk yang terkena itu adalah makam Syekh Nawawi Al-Bantani. Pemerintah Hijaz akan memindahkan tulang belulang dan liang lahatnya akan ditumpuki jenazah lain, ini sudah sebagaimana lazimnya di Makam Ma’la.

Baca Juga >  Minum Air Doa Gus Ud Sidoarjo, Jenderal Nasution Selamat dari PKI

Apa yang terjadi? Ternyata jasad Syekh Nawawi Al-Bantani masih utuh.

Karena melihat fakta itu, para petugas mengurungkan niatnya, sebab jenazah Syekh Nawawi (beserta kain kafannya) masih utuh walaupun sudah dikubur bertahun-tahun.

Siapa saja yang ke Makkah, silahkan ziarah ke makam Syekh Nawawi Al-Bantani di pemakaman Ma’la. Sama dengan makam-makam ulama Nusantara lainnya, seperti KH Maimoen Zubair, KH Muslih Mranggen, dan lain sebagainya. Kalau mau mengunjungi bekas kediaman Syekh Nawawi, bisa datang di Tanara, Serang, Banten. Letaknya di belakang Masjid Nawawi di Tanara.

Salah satu murid Syekh Nawawi Al-Bantani adalah Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asyari Tebuireng Jombang. Dulu, saat Kiai Hasyim Asy’ari kitab-kitab karya gurunya ini, beliau seringkali menceritakan kehidupan gurunya yang luar biasa itu. Bahkan Kiai Hasyim Asy’ari sampai meneteskan air mata ketika mengenang sang guru, bukti kecintaan dan pengormatan Kiai Hasyim Asy’ari kepada sang guru Syekh Nawawi Al-Bantani.

Demikian kisah Koromah Syekh Nawawi Al-Bantani: Jasadnya Utuh, Kakinya Bersinar, semoga bermanfaat.

(Mukhlisin)