Karomah Habib Syekh Boto Putih Surabaya Taklukkan Petinggi Belanda

Karomah Habib Syekh Boto Putih Surabaya Taklukkan Petinggi Belanda

Karomah Habib Syekh Boto Putih Surabaya Taklukkan Petinggi Belanda.

Salah satu wali besar di Surabaya adalah Habib Syekh bin Achmad bin Abdullah Bafaqih yang dimakamkan di komplek Pemakaman Boto Putih Surabaya. Namanya memang tidak semasyhur Sunan Ampel, tetapi jejak hidupnya mengakar kuat dalam jejak penyebaran Islam di Surabaya. Habib Syekh juga dikenal menguasai 47 bahasa asing dengan fasih.

Dikisahkan, pda suatu hari ada Gubernur Batavia yang datang ke Surabaya untuk melihat kebesaran sosok Habib Syekh Boto Putih. Ketika baru saja sampai di rumah Habib Syekh dan belum bicara apapun, Habib Syekh langsung berkata, “Hai Pak Gubernur, kamu masih susah (galau) ya. Saya tuliskan surat buat ibumu, ya.”

Kemudian surat tersebut dimasukkan di dalam saku Habib Syekh Boto Putih.

Setelah ngobrol sebentar, Habib Syekh merogoh sakunya yang ternyata balasan surat dari ibunya yang di Belanda danΒ  isinya menyuruh anaknya segera pulang ke Belanda.

Dan seketika, anaknya tersebut sudah ada di depan rumah ibunya di Belanda.

Ibunya marah-marah, karena anaknya menyuruh orang yang sudah tua (yakni Habib Syekh Bafaqih) untuk mengantarkan surat anaknya dan ibunya memaksa anaknya untuk meminta maaf kepada orang tua tersebut.

Setelah Gubernur tersebut menceritakan semuanya, Gubernur beserta keluarganya sowan kepada Habib Syekh dan semuanya masuk Islam. Oleh karena itu, di halaman Makam Boto Putih ada makam dengan nama-nama orang Belanda.

Demikian ini adalah keterangan dari Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali Hasyim bin Yahya pada tanggal 18 Romadlon/15-07-2014.

Kompleks makam Sentono Agung Boto Putih ini memiliki luas sekitar 4.000 meter persegi dan terbagi menjadi dua area besar. Yang pertama adalah makam Pangeran Lanang Dangiran, kedua adalah makam Al Habib Syekh Bin Ahmad Bin Abdullah Bafaqih.

Pangeran Lanang Dangiran dikenal dengan nama Sunan Boto Putih yang berperan menyebarkan syiar Islam di Surabaya pada abad ke-15. Beliau adalah pangeran dari kerajaan Blambangan. Beliau adalah Putra Pangeran Kedawung. Namun memilih meninggalkan kerajaan dan melarung ke laut. Selama berbulan-bulan beliau terombang ambing di laut hingga terhempas ombak di Laut Jawa. Saat di Gresik beliau ditemukan oleh Kiai Kendil Wesi.

Kepandaian Sunan Boto Putih mendalami agama Islam dan menyebarkannya di kalangan Gresik dilihat oleh Kiai Kendil Wesi. Beliau akhirnya diminta menyebarkan Islam di Surabaya dan menetap di kawasan Pegirian, tepatnya di Dukuh Boto Putih. Hingga julukan Sunan Boto Putih melekat padanya.

Wilayah yang dijadikan persebaran Islam oleh Sunan Boto Putih mulai Pegirian hingga Kapasan serta ujung Utara Surabaya. Banyak warga yang datang berguru dan mengaji pada Sunan Boto Putih. Beliau akhirnya wafat di tahun 1638 dan dimakamkan di Boto Putih.

Demikian tentang Karomah Habib Syekh Boto Putih Surabaya Taklukkan Petinggi Belanda, semoga manfaat.

Penulis: Mahmud.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Istri dari Habib Lutfi bin Yahya adalah juga keturunan dari Habib Syekh Bafaqih.
    Istri beliau Syarifah Salmah binti Hasyim bin Syarifah Nur binti Muhammad bin Syekh Bafaqih (botoputih)