Ini Manfaat Berdo'a Dalam Kehidupan Sehari-hari

Ini Manfaat Berdo’a Dalam Kehidupan Sehari-hari

Posted on

Manusia adalah hamba yang lemah yang selalu membutuhkan pertolongan Allah. Kepada Allah manusia menyembah Dan kepada Allah manusia memohon pertolongan.

اياك نعبد واياك نستعين

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan

Salah satu bukti bahwa manusia menyembah Allah Dan hanya memohon pertolongan kepadaNya adalah doa.

Nabi bersabda:

الدعاء مخ العبادة

Doa adalah inti ibadah (HR. Tirmidzi)

إن الدعاء هو العبادة

Sesungguhnya doa adalah ibadah (HR. Imam empat)

ليس شيئ اكرم علي الله من الدعاء

Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah dibanding doa (HR. Tirmidzi)

الدعاء ينفع مما نزل ومما لم ينزل فعليكم عباد الله بالدعاء

Doa bermanfaat untuk musibah yang turun Dan yang tidak turun, maka lakukanlah doa wahai hamba-hamba Allah (HR. Al-Hakim)

Perintah berdoa ini secara tegas dinyatakan dalam al-Qur’an Surah Al-Baqarah 186:

واذا سألك عبادي عني فاني قريب اجيب دعوة الداع اذا دعاني فليستجيبوا لي وليؤمنوا بي لعلهم يرشدون

Dan ketika hamba-hambaKu bertanya padamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa ketika berdoa padaKu, maka seyogianya mereka mengabulkanKu Dan beriman denganKu supaya mereka mendapatkan petunjuk

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan banyak hadis yang menjelaskan ayat di atas. Antara lain:

ما من مسلم يدعو الله عز وجل بدعوة ليس فيها إثم ولا قطيعة رحم الا أعطاه الله بها احدي ثلاث خصال : أما أن يعجل له دعوته وإما أن يدخرها له في الأخري وإما أن يصرف عنه من السوء مثلها

Tidak ada seorang Muslim yang berdoa kepada Allah ‘Ajja wa Jalla dengan satu doa yang di dalamnya tidak ada unsur dosa dan memutus kekeluargaan kecuali Allah memberinya salah satu tiga hal : ada kalanya segera mengabulkan doanya, menyimpannya di akhirat, Dan ada kalanya menjauhkannya dari kejelekan yang bobotnya seperti doa (HR. Ahmad)

Dalam kitab Tausyih Ala Ibni Qasim karya Imam Nawawi al-Bantani al-Jawi dijelaskan:

والإجابة قد تكون بعين المطلوب أو بدفع ضرر أو بثواب في الآخرة

Allah mengabulkan doa ada kalangan dengan memberikan sesuatu sesuai permohonan, menolak bahaya, atau memberinya pahala di akhirat

Melihat keterangan Al Qur’an, hadis, Dan dawuh para ulama di atas, maka marilah kita berdoa semoga Allah memberikan keselamatan kita, keluarga kita, masyarakat kita, bangsa kita, Dan umat manusia dari segala penyakit, khususnya yang sedang melanda bangsa ini, yaitu Virus Corona.

Beberapa Teks Doa

Doa yang paling utama adalah doa yang ada dalam al-Qur’an Dan hadis.

Antara lain:

دعوات المكروب : ” اللهم رحمتك ارجو فلا تكلني الي نفسي طرفة عين واصلح لي شأني كله لا اله الا انت “

Doa-doa orang yang susah adalah “Allahumma Rahmataka Arjuu, Falatakilnii ila nafsii tharfata ‘ainin wa ashlih lii sya’nii kullahu Laa ilaaha illa anta”, wahai Allah belas kasihMu aku berharap, jangan Engkau pasrahkan aku pada diriku sebentar saja, Dan sembuhkan-perbaiki segala urusanku, tiada tuhan selain Engkau (HR. Bukhari)

دعوة ذي النون إذ دعا بها وهو في بطن الحوت “لا اله الا انت سبحانك اني كنت من الظالمين ” لم يدع بها رجل مسلم في شيئ قط إلا استجاب الله تعالي له

Doa Nabi Dun Nun ketika ia berdoa di perut ikan adalah “Laa Ilaaha illa Anta, Subhaanaka Innii Kuntu Minaddhaalimiin” tiada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau Sesungguhnya aku termasuk orang yang dhalim. Tidak ada seorang Muslim yang berdoa dengan kalimah ini kecuali Allah mengabulkan doanya (HR. Hakim).

لم يكن رسول الله صلي الله عليه وسلم يدع هؤلاء الكلمات حين يمسي وحين يصبح “اللهم إني أسألك العافية في ديني و دنياي واهلي ومالي اللهم استر عوراتي وأمن روعاتي واحفظني من بين يدي ومن خلفي وعن يميني وعن شمالي ومن فوقي واعوذ بعظمتك أن اغتال من تحتي’

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak meninggalkan kalimah di bawah ini ketika memasuki waku sore dan pagi, yaitu: “Allahumma Innii As’aluka al’aafiyata fi diinii wa dunyaaya wa ahlii wamaalii, allahummastur ‘auraatii wa aamin rau’aati wahfadznii min baini yadayya wamin khalfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wamin fauqii wa a’uudzu bi ‘adhamatika an ughtaala min tahtii” wahai Allah sesungguhnya aku memohon padaMu kesehatan sempurna dalam agamaku, duniaku, keluargaku Dan hartaku. Wahai Allah tutupilah cacat-cacatku, amankanlah ketakutan-kegoncangan perasaanku, jagalah aku dari arah depanku, belakangku, kananku, kiriku, Dan atasku. Aku berlindung dengan keagunganMu agar aku tidak dirusak dari arah bawahku (HR. Nasai Dan Ibnu Majah).

Baca Juga >  Syarat Wajib Puasa Ramadhan dan Penjelasannya

Bukti

Dalam manaqib Syaikh Abdul Qadir Jailani dijelaskan ada seorang pedagang yang namanya Abu al-Mudhaffar Hasan bin Tamim Baghdad sowan kepada Syaikh Hammad bin Muslim bin Darwah ad-Dabbas pada tahun 521 Hijriyah. Ia berkata: wahai Tuanku, sudah disiapkan untukku kafilah ke Syam (Damaskus) yang di dalamnya ada komoditas perdagangan yang nilainya 700 dinar. Syaikh Hammad berkata; jika kamu pergi tahun ini, maka kamu terbunuh Dan hartamu dirampas.
Ia keluar dari rumah Syaikh Hammad dalam keadaan sedih Dan di tengah jalan ia bertemu dengan Syaikh Abdul Qadir yang saat itu masih remaja. Ia langsung menceritakan dawuh Syaikh Hammad. Syaikh Abdul Qadir langsung berkata padanya “pergilah, maka engkau selamat Dan kembali membawa keuntungan, aku yang menjamin”.

Abu al-Mudhaffar Hasan lalu berangkat ke Syam Dan mampu menjual dagangannya senilai 1000 dinar. Suatu Hari ia kencing-berak di kulah desa Halab. Ia membawa uang 1000 dinar yang ditempatkan di sangkan kulah Dan uang tersebut lupa ditinggal di kulah. Ia kembali ke tempatnya Dan tertidur. Ia bermimpi ada gerombolan penjahat yang merampas Dan membunuh semua orang. Salah seorang di antara penjahat tersebut memukul Dan membunuhnya. Ia kemudian terbangun dari tidurnya Dan ia merasakan sakit dan ia menemukan sisa darah di lehernya. Ia kemudian ingat uangnya, kemudian bergegas berdiri menuju kulah Dan ternyata uangnya selamat-utuh.

Setelah kembali ke Baghdad dalam hatinya ia berkata “jika saya sowan dulu dengan Syaikh Hammad maka ia orang yang lebih tua, namun Syaikh Abdul Qadir ternyata yang benar ucapannya”. Setelah itu ia ketemu Syaikh Hammad di tengah pasar sulthan. Syaikh Hammad berkata ‘wahai Abu al-Mudhaffar, sowanlah kepada Syaikh Abdul Qadir Karena ia adalah kekasih Allah. Ia memohon kepada Allah dalam urusanmu 17 Kali sampai takdir Allah kamu terbunuh dalam kondisi sadar berubah menjadi tidur Dan takdir kefakiran secara nyata berubah menjadi lupa’.

Ia kemudian sowan Syaikh Abdul Qadir yang langsung berkata kepadanya “Syaikh Hammad berkata kepadamu sesungguhnya aku memohon Allah dalam urusanmu 17 kali, demi keagungan Allah yang disembah, sungguh aku telah memohon kepada Allah dalam urusanmu sebanyak 17 Kali, lalu 17 Kali sampai 70 Kali sehingga kamu diberi keselamatan”.

Jangan Pesimis

Allah Maha Kuasa, Maha Kasih Sayang, Dan Maha segalanya. Maka, orang mukmin tidak boleh putus asa dalam urusan dunia Dan agama. Kekuatan spiritual ini menumbuhkan kekuatan Dan optimisme.

Dalam menghadapi apapun, usaha maksimal Dan doa harus berjalan beriringan. Usaha Dan doa adalah perintah Allah yang harus kita lakukan, tapi jangan sandarkan keselamatan kepada usaha. Keselamatan hanya milik Allah. Artinya, meskipun usaha kita maksimal, namun Sang Pemilik Keselamatan hanya Allah. Di sinilah urgensi melangitkan doa terus menerus di setiap usaha yang kita lakukan untuk memohon belas kasih sayang Allah semoga kita diselamatkan dari segala macam bala’, khususnya virus Corona yang baru melanda umat manusia sekarang ini.

Selalu optimis, sandarkan hati hanya kepada Allah, selalu berdoa Dan memaksimalkan usaha, insya Allah selamat, amiin.

Ahad, 4 Sya’ban 1441 – 29 Maret 2020