percaya diri

Ingin Dapat Suami Idaman Tapi Tidak Percaya Diri? Ini Kuncinya!

Posted on

Assalamu’alaikum,

Bunda…  Saya salah satu peserta Seminar Pra-Nikah yang diselenggarakan di Kompleks Q Krapyak beberapa waktu yang lalu, dimana Bunda Rully juga menjadi salah satu nara sumbernya…  

Sebenarnya saya ingin memanfaatkan Rubrik Konsultasi Keluarga Maslahah yang ada di bangkitmedia.com, tapi saya WA saja ya, Bun… Silakan kalau Bunda Rully memasukkan pertanyaan ini ke rubrik tersebut… semoga bisa jadi pembelajaran buat yang lain yang membacanya…hehe.

Aniway, salah satu materi seminar pra-nikah kemaren adalah kiat memilih pasangan yang disampaikan oleh salah satu narasumber.  Nah…. Saya sepakat sekali dengan apa yang disampaikan oleh beliau, Bun… Tapi saya khawatir karena semuanya sangat ideal ya.. dan saya adalah wanita yang kurang percaya diri.

Oya , saya mahasiswi semester akhir (sedang skripsi) di salah satu perguruan tinggi di Jogja. Saya juga ingin mendapatkan pasangan seperti yang digambarkan oleh beliau. Tetapi dalam hati selalu muncul keraguan… apa ya ada, lelaki dengan gambaran seperti yang disampaikan, yang mau dengan saya yang hanya seperti ini…. Saya bukan anak pondok, Bun…

Saya ikut seminar pra nikah di pondok itu atas ajakan teman kampus yang juga sedang mondok disana. Kalau teman saya tidak hanya cantik, tetapi ibadahnya juga sangat bagus, nilai-nilai IPK nya juga selalu tinggi. Dia tinggal nunjuk aja, pasti banyak lelaki ideal yang mau jadi pasangannya, hehehe….., Sedangkan saya….. Apa yang harus saya lakukan ya, Bun… Saya ingin menjadi individu yang lebih percaya diri… Bagaimana caranya supaya saya bisa lebih percaya diri? Thanks jawabannya ya, Bun… Semoga ada kesempatan lain untuk ikut seminar Bunda lagi….

(Diana –  Gamping, Sleman)

____________________________

Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Iya, Diana… lewat WA tidak apa, karena waktu seminar memang selalu saya bagikan nomer WA untuk share atau diskusi tentang segala sesuatu yang bisa saling memberi kemaslahatan untuk kita semua. Terima kasih karena telah mengijinkan pertanyaan Diana ini untuk saya share di rubrik konsultasi keluarga maslahah bangkitmedia.com ya…

Baiklah… menjawab pertanyaan Diana… Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang mampu mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun  terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya. Hal ini bukan berarti bahwa individu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala sesuatu seorang diri tanpa bantuan orang lain. Rasa percaya diri yang tinggi ini merujuk pada adanya keyakinan akan kompetensi yang dimiliki karena didukung oleh pengalaman, potensi, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri.

Kenapa Diana harus merasa tidak percaya diri? Allah SWT menciptakan manusia dengan kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk yang lain, tapi kita seringkali fokus pada kekurangan sehingga lupa dengan kelebihan yang kita miliki. Banyak hal dalam diri kita yang bisa kita manfaatkan untuk memberi manfaat bagi orang lain. Karena seperti yang disabdakan Nabi SAW bahwa “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni).

Jadi, kenapa harus merasa tidak percaya diri, selama kita bisa memberi kemaslahatan dan berbagi kebaikan dan kebahagiaan kepada orang lain, maka semua hal itu, Insya Allah akan kembali lagi ke diri kita. Kebahagiaan ada didalam diri kita sendiri, Diana, seideal apapun pasangan yang kita miliki, tidak akan bisa mendatangkan kebahagiaan jika kita tidak mampu mensyukuri apa yang ada, apa yang kita miliki dan memanfaatkannya untuk memberikan kemaslahatan bagi orang lain.

Berikut ini beberapa hal yang bisa saya sarankan terkait dengan pertanyaan Diana antara lain :

  1. Kenali dan pahami apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan Diana. Optimalkan kelebihan yang ada untuk melakukan sesuatu yang dapat mendatangkan kebahagiaan bagi diri sendiri dan orang lain. Bisa dimulai dari hal yang kecil dan sederhana, misalnya, berbagi senyum dengan orang lain. Menanyakan kabar ketika bertemu teman. Kepercayaan diri dapat terasah ketika kita mampu mengevaluasi secara obyektif kelebihan dan kekurangan yang kita miliki.
  2. Berilah apresiasi atau penghargaan positif yang jujur kepada diri sendiri ketika mendapatkan prestasi sekecil atau sesederhana apapun itu. Hargai setiap proses yang telah dilakukan.
  3. Belajarlah untuk mensyukuri dan menikmati Rahmat Allah SWT. Ketika Diana membandingkan dengan teman Diana yang anak pondok, pergunakan hal itu sebagai motivasi untuk terus menerus memperbaiki diri, bersyukur bahwa Allah mengirimkannya sebagai teman yang baik dan belajar dari dia untuk menjadi lebih baik. Kalau Diana mengatakan bahwa dia ahli ibadah dan punya nilai IPK yang bagus, brarti Diana juga bisa seperti itu yaa…. coba deh diskusi, bertanya dan belajar dari dia, ok?
  4. Selalu Positive Thinking . Penting ini! Cobalah memerangi setiap asumsi, prasangka atau persepsi negatif yang muncul dalam benak kita. Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berkembang dan menyebar. Pikiran negatif inilah yang membuat Diana merasa tidak memiliki kelebihan apapun dan akhirnya menghambat untuk maju dan menjadi individu yang produktif. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian di review kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata tidak benar. Dan ketika Diana mampu melihat bahwa pikiran negatif itu tidak benar, maka munculkan hal-hal positif, seperti : Saya yakin bisa! ; Just Do My Best and Let Allah handle The Rest! Saya penentu hidup saya! atau kata-kata lain yang dapat menumbuhkan pikian positif. Jika perlu, tuliskan dengan huruf besar sebagai self affirmation.
  5. Menetapkan tujuan yang realistik. Diana perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang sudah ditetapkan selama ini, dalam arti apakah tujuan tersebut sudah realistik atau tidak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian Diana akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya resiko yang tidak diinginkan.
Baca Juga >  Ini Cara Komunikasi Efektif Antara Orang Tua dan Anak

Berkaitan dengan calon pendamping, sering saya menemui mereka yang mengatakan “Bunda Rully, saya pasti akan bahagia jika menikah dengannya, karena dia cantik, dia pintar, dia sholihah, dia kaya, dia dari keluarga baik-baik, dst.” Dari semua itu, saya hanya mendengar dia…dia…dan dia…. So, apa yang bisa kamu berikan untuknya? Apakah kamu juga memiliki kualifikasi seperti yang dia miliki? Jawaban dari pertanyaan ini seharusnya “Iya, ada banyak potensi dalam diri saya yang menjadi kelebihan saya untuk dapat membahagiakan dia”.

Sedikit mengulang apa yang disampaikan narasumber pada seminar pra-nikah, Islam sudah mengajarkan kepada kita untuk memilih pendamping hidup (suami/istri), pilihlah mereka yang :

  1. Baik Agamanya, Yakni Taat kepada Allah dan Rasul-Nya
  2. Enak Dipandang Karena Kecantikan atau Ketampanannya
  3. Nasabnya atau Silsilah Keturunannya
  4. Setara Hartanya

LKK PWNU DIY memiliki beberapa program terkait dengan Pra-Nikah dan pembentukan Keluarga Maslahah, yaitu Program Madrasah Keluarga Maslahah. Selain Seminar Pra-Nikah, juga ada program Pelatihan Untuk Pasangan Muda atau Keluarga Muda dengan usia pernikahan 1-5 tahun. Adapun beberapa materi yang akan diberikan dalam program Seminar Pra-Nikah ini hampir sama seperti yang Diana ikuti di Kompleks Q Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak. Sementara untuk Pelatihan Keluarga Muda, beberapa materi yang akan diberikan antara lain tentang Konsep Keluarga Maslahah, Kesehatan reproduksi, pembentukan generasi berkualitas, pola pengasuhan yang tepat untuk anak, dll.  Program ini ditargetkan akan mulai dilaksanakan pada Bulan Juni 2018. Diana bisa mengikutinya lagi jika ingin mendapatkan pengetahuan yang lebih.

Semoga jawaban ini dapat menghilangkan kegalauan Diana ya… Jika masih ada yang ingin ditanyakan, jangan ragu untuk menuliskan kembali.

Salam Keluarga Maslahah

__________________

*) Rubrik ini dikawal langsung oleh Nurmey Nurul Haq yang akbrab disapa Mbak Rully dan tim Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PWNU DIY, akan tayang di bangkitmedia.com setiap satu minggu sekali. Bagi yang ingin konsultasi seputar keluarga dan anak, bisa mengirimkan pertanyaan ke redaksi@bangkitmedia.com.