Hari dan Waktu Terbaik Melaksanakan Akad Nikah

Hari dan Waktu Terbaik Melaksanakan Akad Nikah

Posted on

Hari dan Waktu Terbaik Melaksanakan Akad Nikah.

Mau melaksanakan akad nikah kapan? Tidak usah bingung dalam menentukan waktu dan hari. Islam sudah memberikan penjelasan sangat gamblang. Penjelasan ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW. Kalau mengikuti apa yang disampaikan Nabi, maka akad nikah akan memperoleh keberkahan.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Ada beberapa penjelasan ulama terkait hari dan waktu terbaik untuk akad nikah, mulai Imam An-Nafrawi, Imam Al-Ghazali sampai Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.

وقال النفراوي المالكي رحمه الله :
ويستحب كون الخطبة والعقد يوم الجمعة بعد صلاة العصر لقربه من الليل.” الفواكه الدواني ” (2/11) .

“Dianjurkan khitbah (lamaran) dan akad nikah dilakukan hari Jumat setelah asar, karena mendekati waktu malam.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ سَيِّدُ الأَيَّامِ وَأَعْظَمُهَا عِنْدَ اللَّهِ

“Sesungguhnya hari jumat adalah sayyidul ayyam dan hari paling agung di sisi Allah.” (HR. Ahmad 15947, Ibnu Majah 1137)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُهْبِطَ مِنْهَا وَفِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يُصَلِّى فَيَسْأَلُ اللَّهَ فِيهَا شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

“Hari terbaik saat matahari terbit adalah hari Jumat. Di hari ini, Adam diciptakan. Di hari ini, beliau dimasukkan ke dalam surga. Di hari ini pula, beliau dikeluarkan dari surga. Di hari Jumat terdapat satu waktu, apabila ada seorang hamba yang shalat, memohon kepada Allah di waktu itu, maka Allah akan memberikannya.” (HR. Ahmad 10823, Turmudzi 493)

وأما استحباب أن يكون عقد النكاح في ذلك اليوم ، وتعمد ذلك ؛ فقد نص عليه غير واحد من الفقهاء ، من أتباع المذاهب الأربعة .

Adapun anjuran akad nikah pada hari itu, dan menyengaja untuk itu, maka telah ada ketetapan lebih dari seorang ahli fiqih dari pengikut empat mazhab.

قال ابن قدامة رحمه الله :
” يستحب عقد النكاح يوم الجمعة ” انتهى . ” المغني ” (7/64) .

“Dianjurkan melangsungkan akan nikah pada hari Jumat.”

وينظر :
أسنى المطالب
للشيخ زكريا الأنصاري ،
الشافعي (3/108) ،
فتح القدير لابن الهمام الحنفي (3/189) .

واستدلوا على ذلك بعمل جماعة من السلف ، منهم ضمرة بن حبيب , وراشد بن سعَد , وحُبَيب بن عُتبة ” ، وبأن يوم الجمعة يوم مبارك ، فيرجى أن يبارك الله الزواج إذا وقع في اليوم المبارك ، ولأنه يوم شريف , ويوم عيد .

Mereka berdalil akan hal ini berdasarkan amaliyah sebagian ulama salaf. Di antaranya Dhamrah bin Hubaib, Rasyid bin Sa’ad, Hubaib bin Utbah. Dan juga karena hari Jumat adalah hari yang diberkahi, diharapkan pernikahannya mendapat barokah dari Allah karena terlaksana pada hari yang diberkahi. Selain itu Jumat juga hari yang mulia dan hari Ied (raya).

Baca Juga >  Baiti Jannati, Rumahku Adalah Surgaku

وينبغي أن نلاحظ هنا أن عبارة الفقهاء جاءت بلفظ : ” يستحب ” وليس بلفظ : ” يسن “، لأنهم يعلمون أن الحث على العقد يوم الجمعة لم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم ، وإنما ورد عن بعض السلف والفقهاء المتقدمين ، اجتهادا منهم في تحصيل بركة النكاح بموافقة بركة يوم الجمعة ، ورجاء أن يستجيب الله عز وجل الدعاء في ذلك اليوم .

Para fuqoha di sini menggunakan kata ‘Yustahabu (dianjurkan)’ bukan memakai kata ‘Yusannu (disunnahkan)’ . Karena mereka mengetahui bahwa anjuran akad pada hari Jumat tidak ada dari Nabi SAW. Namun sebagian ulama salaf dan para Fuqoha terdahulu, berijtih agar mendapatkan berkah pernikahan bertepatan dengan berkahnya hari Jumat. Dengan harapan agar Allah mengabulkan doa di hari itu.

قال الامام الغزالي
ويستحب ان يكون العقد في المسجد و في شهر شوال.اتنهى.
(احياء علوم الدين)

“Dianjurkan pelaksanaan akad dilakukan di dalam masjid dan dilangsungkan bulan syawal.”

Kemudian, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani juga berkata:

يستحب أن يكون العقد يوم الجمعة أو الخميس والمساء أولى من التبكير، ويسن أن تكون الخطبة قبل التواجب، فإن أخرت جاز وهو مخير بين أن يعقد بنفسه أو يوكل فيه غيره.( الغنية لطالبي طريق الحق عز وجل في الأخلاق والتصوف والآداب الأسلامية، محيي الدين عبد القادر بن أبي صالح الجيلاني‎)

Artinya, “Pelaksanaan akad nikah dianjurkan agar dilangsungkan pada hari Jumat atau Kamis. Tetapi (pelangsungan akad nikah) sore hari lebih utama daripada pagi hari. Khutbah nikah disunahkan agar disampaikan sebelum ijab-qabul. Kalau pun khutbah nikah disampaikan setelah ijab-qabul, boleh saja. Ia juga boleh memilih untuk melangsungkan akad nikah dirinya sendiri atau mewakilkannya kepada orang lain.”

Demikian penjelasan ulama tentang hari dan waktu terbaik melaksanakan akad nikah, semoga bermanfaat.

(Abu Umar)

Berikut ini teks dalilnya.