Baiti Jannati, Rumahku Adalah Surgaku

Baiti Jannati, Rumahku Adalah Surgaku

Posted on

Baiti Jannati, Rumahku Adalah Surgaku.

Surga itu rumah sendiri. Maka bidadari yang seharusnya dirindukan adalah istri sendiri. Pasangan surgawi selayaknya adalah suami sendiri. Dan wildanun mukhalladun adalah anak-anak kita sendiri. Meski kelak, mereka mungkin bukan anak-anak lagi, melainkan hamba-hamba Allah Ta’ala yang sama dengan kita.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Karenanya, membangun keluarga yang baik adalah tugas yang sangat mulia. Dari sanalah kita agendakan lahir pejuang-pejuang agama. Dari rumah kita harapkan muncul ummat Rasulullah yang kelak akan selalu menebarkan kasih sayang terhadap sesama. Oleh sebab itu, untuk mereka-keluarga, kita harus luangkan waktu. Bukan waktu luang. Harus menjadi agenda utama, bukan sambilan.

Kebahagiaan kita dengan keluarga di dunia, semoga berlanjut di dalam indahnya surga. Sebagaimana janji Allah dalam Al-quran, kita akan dipertemukan dengan seluruh anggota keluarga di surga.

Allah berfirman,

جَنَّٰتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَن صَلَحَ مِنْ ءَابَآئِهِمْ وَأَزْوَٰجِهِمْ وَذُرِّيَّٰتِهِمْ ۖ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ

Arab-Latin: Jannātu ‘adniy yadkhulụnahā wa man ṣalaḥa min ābā`ihim wa azwājihim wa żurriyyātihim wal-malā`ikatu yadkhulụna ‘alaihim ming kulli bāb

Baca Juga >  Aku Bangga, Anakku Bahagia dan Keluargaku Sejahtera

Artinya: “Surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang shalih dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya (azwaaj), dan anak cucunya. Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu.” (QS. Ar-Ra’du [13]:23).

Allah Ta’ala menjanjikan sebuah reuni agung di kampung keabadian. Orang saleh diantarkan masuk surga bersama nenek moyang, pasangan dan anak cucu. Bahagianya mereka berkumpul dalam kesalehan dan peribadatan Tuhan. Bila di tengah keluarga kini kita tidak menemukan kebahagiaan, bagaimana mungkin bahagia nanti bila kembali dipertemukan?

Bila sekarang tak saling merindukan, bagaimana mungkin kelak sukacita dipersatukan? Bahagia di sana diawali dari sini. Bahagia kelak disemai sejak kini.

Baiti Jannati, Rumahku Adalah Surgaku. Semoga apa yang kita harapkan dan yang kita cita citakan diijabahi oleh Allah SWT. dan Diberikan kebahagiaan yang langgeng, baik di dunia hingga nanti di akhirat. Amin

Penulis: KH Edy Musoffa, wakil Katib Syuriah PWNU DIY.