Hidup Zuhud Kiai As’ad Situbondo yang Menggetarkan.
Teladan dari Kiai As’ad Situbondo. Kiai As’ad Situbondo (Allah Yarham) itu hidupnya zuhud. Pesantrennya besar dan megah tapi rumah pribadi beliau sederhana. Gus Mus pernah cerita dulu sowan dengan semangat kiai muda yang siap berdebat. Masuk kamar Kiai As’ad, langsung luluh semuanya. Kharisma yang terpancar dari kesederhanaan.
Ibu Megawati dulu juga pernah cerita bagaimana Kiai As’ad Situbondo sangat menghormatinya sebagai putri Bung Karno. Bahkan Kiai As’ad tahu “komunikasi” khusus Bung Karno dengan Bu Mega. Bu Mega bercerita kisah Kiai As’ad ini dengan berurai air mata.
Menteri Agama Letjen Alamsyah juga dulu bercerita bagaimana saat sowan ke rumah Kiai As’ad dijamu dengan sederhana. Makan bareng. Sampai Pak Alamsyah mbatin: “wah saya bakal sakit perut gak nih?!” Ternyata gak. Cikal bakal NU menerima asas tunggal Pancasila ditentukan saat jamuan tersebut.
Sekarang kita butuh lebih banyak lagi teladan Kiai yang zuhud dan ikhlas seperti Kiai As’ad Situbondo. Sejumlah santrinya yg sekarang sudah jadi tokoh besar mengaku sering dikunjungi lewat mimpi oleh Sang Kiai. Karomah dan keberkahan yang terus mengalir. Al fatihah.
Tabik,
Penulis: Prof KH Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah PCI NU Australia-New Zealand.
*Demikian tentang kisah Hidup Zuhud Kiai As’ad Situbondo yang Menggetarkan yang dituliskan Prof KH Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah PCI NU Australia-New Zealand, semoga memberikan manfaat buat kita semua.









Subhanalloh…Alfgfirulloh