Sleman, Bangkitmedia.com —Dalam rangka memperingati dan meneladani perjuangan Gus Dur, panitia bersama Haul Gusdur ke 13, mengadakan serangkaian kegiatan untuk menyebarkan nilai-nilai luhur gusdur kepada seluruh elemen masyarakat terkhusus daerah istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini mengusung tema “Gus Dur untuk Jogja yang Adil dan Setara”.
Kegiatan ini bekerjasama dengan berbagai organisasi dan masyarakat sipil di antaranya LKiS (Lembaga Kajian Islam dan Sosial), Srikandi Lintas Iman, Syantikara Youth Center, AISNU (Arus Informasi Santri Nusantara) Jogja, GKI (Gereja Kristen Indonesia) Gejayan, Srikandi Lintas Iman, Puanmenulis, YIPC (Young interfaith Peacemaker Community), Vihara Karangdjati, JAI (Jemaah Ahmadiyah Indonesia) Yogyakarta, dan Rausyanfikr Institute.
“Haul Gusdur ke 13 ini menjadi ruang pertemuan dengan banyak komunitas di jogja setelah pandemi. Sehingga harapannya haul ini menjadikan komunitas-komunitas di Jogja lebih solid dan memudahkan kita dalam berkampanye. Makanya kita membuat sebuah hashtag jogja rumah bersama,” ucap A. Wasil Mustafa, ketua panitia penyelenggara kegiatan haul.
Menggandeng berbagai komunitas dan masyarakat sipil, Wasil berharap bahwa kegiatan ini akan memberikan dampak sosial dalam merekatkan kerja-kerja kemanusiaan yang selama ini menjadi fokus yang dilakukan oleh GUSDURian Yogyakarta.
Kegiatan ini terdiri dari berbagai rangkaian, di antaranya: Pertama, lomba esai nasional yang mengangkat tema “Perdamaian dalam Bingkai Keberagaman Indonesia). Lomba ini ditujukan kepada siswa SMA/SMK/MA sederajat dalam rangka menyebarkan core values Gus Dur kepada anak muda.
Kedua, workshop pembuatan eco enzyme. Melihat banyaknya sampah di berbagai level ruang lingkup kehidupan, pembuatan eco enzyme di level rumah tangga menjadi salah satu upaya penting dalam perealisasian efisiensi pengelolaan sampah. Workshop ini akan memberikan pengetahuan kepada peserta dalam pelibatan individu atau kelompok untuk memanfaatkan sampah menjadi barang yang bisa dimanfaatkan kembali.
Ketiga, lomba reels Instagram. Lomba ini diselenggarakan dengan melihat Instagram sebagai media publikasi yang paling banyak digunakan oleh anak muda.
Keempat, puncak kegiatan ini akan digelar perayaan haul yang akan dilaksanakan di Hall Syantikara. Kegiatan ini akan dikemas dengan serangkaian pentas seni dan budaya, talkshow kemanusiaan, talkshow Gus Dur di mata anak muda, serta stand bazar yang bisa dimaksimalkan oleh para UMKM untuk meningkatkan potensi wirausaha.
Sementara itu, Anditya, salah satu panitia dalam haul ini mengucapkan rasa syukur dan rasa haru dalam pelibatannya di kegiatan ini. “Haul Gus Dur ke-13 menjadi ruang belajar dan ruang dialog lintas identitas dan generasi di Jogja yang merupakan miniatur Indonesia. Saya yakin keguyuban dalam keberagaman akan semakin terjalin, sehingga Jogja Rumah Kita Bersama akan menjadi inspirasi bahwa Kemanusiaan bisa diwujudkan dalam berbagai aksi nyata,” Anditya Restu Aji (Vihara Karangdjati).
*Muallifah (Tim Media Gusdurian Yogyakarta)








