Halintar Finalis Duta Santri 2018
Finalis Duta Santri 2018

Halintar Shah Reza Effendi Zaqlul Faza, Santri Pejuang Intelektual

Posted on

Halintar Shah Reza Effendi Zaqlul Faza M.E., S.H., bujang kelahiran Boyolali, 27 Oktober 1994. Mahasiswa lulusan Fakultas Ilmu Hukum UNU Surakarta 2018 dan Aqidah dan Filsafat Islam IAIN Surakarta 2018. Beliau juga masih menempuh Magister Pendidikan Agama Islam UNU Surakarta dan Magister Ilmu Hukum Universitas Surakarta.

Adapun prestasi yang pernah diraih Halintar yaitu; juara 1 Putra Icon Susu Emas Putih Kabupaten Boyolali 2017, top Five Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Boyolali 2016, juara 1 seleksi PIONIR Debat Bahasa Arab IAIN Surakarta 2016, dan juara 1 seleksi PIONIR Debat Bahasa Arab IAIN Surakarta 2017. Halintar juga sebagai lulusan terbaik dan berprestasi UNU Surakarta 2018. Sekaligus Halintar mendapatkan beasiswa S2 di UNU Surakarta.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Halintar aktif diberbagai organisasi sebagai ketua 3 (tiga) Anshor kelurahan Banyuurip Boyolali 2018, Anggota Yayasan Ummul Qurok Assyauqi, dan WAKA Kesiswaan SMA Sauqi Nusantara. Tentunya masih banyak lagi organisasi yang digeluti oleh Halintar.

Finalis Duta Santri 2018 asli Boyolali juga Alumni Pondok Pesantren di Gontor Ponorogo dan masih aktif mondok di Pesantren Ummul Qurok Assyauqi Boyolali. Sebelumnya Halintar juga sudah pernah ikut pemilihan beberapa kali Duta Wisata dan Duta Seni.

“Karena saya basiknya Santri pengen khusnul khaotimah kembali ke santri. Menjadi representasi remaja saat ini. Saya ingin mengbuah image Santri, tidak hanya bisa membaca kitab kuning saja tapi juga membaca kitab buku ilmu pengetahuan atau juga kitab merah,” tegas Halintar.

Baca Juga >  Ketika Mbah Hasyim Asy’ari Mengantar Santrinya ke Kajen Pati

Hal inilah yang mendorong Halintar mengikuti kompetisi pemilihan Duta Santri Nasional 2018. Harapannya Santri bisa meningkatkan pengayaan intelektualitas. “Meng-intelektual-kan Santri dan Menyantrikan Intelektual,” menjadi  jargon Halintar.

Harapan Halintar untuk para Santri; Santri harus mampu sebagai kader penggerak di masyarakat, bisa hidup dan bisa menghidupi dan Santri mau berjuang membela keadilan dan Islam moderat. Hal ini bisa dengan cara intelektualitas dan menggerakkan masyarakat.

“Aksi nyatanya yang bisa dilakukan Santri kedepan yaitu; menggerakan atau mengajak memberikan paradigma kepada Santri juga belajar ilmu pengetahuan. Dengan megajak para santri untuk memperdalam ilmu pengetahuan. Terjun langsung ke masyarakat. Saatnya yang muda yang berkarya, kreatif, mulai turun,” tutup Halintar.

Sosok Halintar dalam Pemilihan Duta Santri ini ingin mengajak kaum nahdliyin sadar bermedia dan medsos (media sosial). Dimana Santri mampu mengisi konten-konten dakwah Aswaja melalui media dan medsos. Karena, sumber daya warga NU begitu besar, tinggal bagaimana kaum muda Santri memaksimalkan sumber daya itu. (Sholikul Hadi)