fahmy akbar idris

H. Fahmy Akbar Idries: Memijit KH Ali Maksum, Kenangan Tak Terlupakan

Berita NU, BANGKITMEDIA.COM

YOGYA- Semua santri selalu senang dan bangga kalau dekat dengan kiainya. Itulah yang dirasakan para santri KH Ali Maksum Krapyak, hampir semua santri merasa dekat dengan Kiai Ali. Di mata para santri, Kiai Ali adalah sosok bapak yang selalu dirindukan dan dikenang.

Salah satu kenangan itu disampaikan Wakil Ketua PWNU DIY, H. Fahmy Akbar Idries pada acara “Doa Bersama dan Penyerahan Bantuan untuk Korban Gempa Lombok” dari santri SMP-SMA Ali Maksum kepada PWNU DIY di Pesantren Ali Maksum Krapyak, Kamis (13/09).

“Kiai Ali itu sangat suka dipijit para santri. Para santri digilir untuk memijat, termasuk saya. Namanya santri, saat itu saya sangat senang dijatah mijit kiai. Sayangnya, pijatan tanganku kurang terasa,” tegas Pak Fahmy disambut tawa para santri.

Karena pakai tangan kurang terasa, lanjut Pak Fahmy, akhirnya Kiai Ali memerintahkan pakai kaki. Pak Fahmy awalnya enggan, karena hormat dengan kiainya. Tapi Kiai Ali tetap mempersilahkan pakai kaki.

“Akhirnya saya mijitnya pakai kaki. Di samping Kiai Ali itu ada rak buku, juga ada piring yang berisi buah-buah yang enak. Lha, mulailah naluri santri muncul. Saya ambil buah itu dan saya masukkan di lipatan sarung. Karena sarung mau lepas, akhirnya sarungku selalu tak benahi, sampai akhirnya sarung nyampe lutut,” kenang Pak Fahmy yang langsung disambut tawa ger-geran para santri putra dan putri.

Baca Juga >  Ini Lima Konsep PMII Yang Harus Diketahui Calon Kader

Selesai memijat Kiai Ali, akhirnya segera bersiap untuk kembali ke kamar sambil membenahi sarung yang berisi buah.

“Cung, kalau pakai sarung jangan tinggi-tinggi,” kata Kiai Ali yang membuat kaget dan segera lari menuju kamar.

“Saya yakin Kiai Ali tahu kalau tahu ambil buah. Apa yang beliau sampaikan langsung menjadi kenangan tak terlupakan dalam hidup saya. Tapi soal ambil buah ini, jangan kalian tiru ya. Tirulah kenangan yang baik dan tetap hormat dengan para guru dan kiai,” pesan Pak Fahmy kepada para santri.

Para santri dan ustadz yang hadir semua tertawa mengenang sosok KH Ali Maksum. (anas/md)