Gelar PKD, PMII UIN Suka Ajak Para Peserta Bakti Sosial

Gelar PKD, PMII UIN Suka Ajak Para Peserta Bakti Sosial

Posted on

BANTUL, BANGKITMEDIA

Mengusung tema “Revitalisasi Nilai Dasar Pergerakan yang Agamis, Nasionalis, dan Pluralis” Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Piyungan, Bantul. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari sejak tanggal dua Oktober lalu ini diikuti oleh 135 orang peserta dan 93 panitia.

“PKD dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai dasar pergerakan yang dimiliki PMII ke dalam diri kader,” ujar Muhammad Yusron Mustofa selaku Ketua Panitia saat ditemui bangkitmedia.com di lokasi PKD, Sabtu pagi (05/10).

Sesuai dengan tema, nilai dasar pergerakan terbagi menjadi tiga. Pertama adalah nilai dasar pergerakan yang agamis, yakni berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua, nilai dasar nasionalis yakni yang sesuai dengan Pancasila. Ketiga, nilai dasar pluralisme yang menanamkan dalam diri kader agar paham tentang keberagaman.

“Kami juga menyelipkan isu terbaru yakni tentang perpecahan, yaitu rasisme,” jelas Yusron.

Penanaman nilai-nilai dasar pergerakan ini dilakukan dalam bentuk pemberian materi kepada para peserta. Sebelum materi dimulai, para peserta akan diminta membuat kelompok belajar bersama. Di mana dalam forum itu mereka dilatih untuk berpikir kritis agar bisa menganalisa masalah dari materi yang akan diberikan.

Selain penanaman nilai-nilai pergerakan, PKD kali ini sekaligus mengadakan bakti sosial. Bertujuan agar mahasiswa bisa membaur dan bekerjasama dengan masyarakat sekitar. Mereka diminta membawa sembako seperti beras, telur, minyak goreng, dan lain sebagainya. Panitia akan mengumpulkan dan mengaturnya untuk dibagikan kepada masyarakat di lokasi PKD.

“Bakti sosial dilakukan pada akhir rangkaian acara,” terang Yusron yang merupakan mahasiswa Ilmu Hukum angkatan 2018.

Muhammad Firman selaku Ketua Rayon Ashram Bangsa Fakultas Syariah dan Hukum, kepada bangkitmedia.com, Sabtu (05/10) mengaku gelisah dengan kondisi negara saat ini. Banyak ideologi keras yang bisa saja merusak tatanan negara Indonesia. Oleh karena itu ia berharap kader-kader PMII menjadi mahasiswa yang ber-ahlussunnah wal jamaah, sesuai dengan landasan pokok PMII.

“Sangat diperlukan mahasiswa yang ber-ahlussunnah wal jamaah, yang berasas Pancasila dan Undang-Undang Dasar,” tegas Firman. (Fikriyatul Islami Mujahidah/Rn)

*Tulisan ini adalah karya Mahasiswa KPI UIN Sunan Kalijaga yang sedang melakukan kegiatan Magang Profesi di Majalah Bangkit dan Bangkitmedia.com