Syekh Fadil dan Mbah Maimoen

Cucu Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Jelaskan Ciri-ciri Kewalian Mbah Maimoen

Posted on

Acara haul masyayikh dan Khotmil Qur’an di Pesantren KH Aqil Siraj Kempek Cirebon dihadiri berbagai ulama’, pejabat, dan ribuan jama’ah. Acara ini juga dihadiri para habaib, yakni Habib Salim bin Jindan dan cucu ke-25 Syekh Abdul Qadir Al-Jailani yang bernama Syekh Fadil Al-Jailani. Acara ini berlangsung pada Ahad 29 September 2019.

Dalam acara, cucu Syekh Abdul Qadir Al-Jailani ini mengungkapkan sosok Mbah Maimoen Zubair. Menurut Syekh Fadil, setiap orang akan dikumpulkan bersama orang-orang yang dicintainya.

Syekh Fadil kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW yang berbunyi.

المرء مع من احب

“Seseorang itu beserta orang yang dicintainya”.

“Mbah Moen adalah waliyullah yang mengagungkan Sayidah Khadijah, sehingga beliau dikuburkan bersama Sayidah Khadijah,” tegas Syekh Fadil.

Syekh Fadil kemudian mengisahkan sosok Nabi Muhammad SAW yang sangat mengagumi Sayyidah Khadijah. Makanya, ketika Fathul Makkah, Nabi Muhammad berpesan kepada para sahabat untuk mendirikan tenda di dekat makam Sayyidah Khadijah.

“Buatlah kemah saya di sisi maqbaroh Siti Khadijah,” kata Nabi kepada para sahabatnya. Nabi kemudian berkemah sampai berhari-hari di sisi maqbaroh Sayyidah Khadijah. Itu tanda yang sangat jelas betapa besar cinta Rasulullah kepada istri beliau.

Syaekh Fadil juga menjelaskan sifat-sifat waliyullah yang itu juga melekat dalam diri Mbah Maimoen.

“Para wali itu mempunyai lima sifat sebagaimana diterangkan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di dalam kitab Nahrul Qadiriyah. Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani menerangkan para wali dengan kalimat,

Baca Juga >  Pesantren Kaliopak Peringati Haul Sewindu Gus Dur

لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ .

Hal itu bermakna bahwa para itu tidak pernah takut dan sedih,” jelas Syekh Fadil.

Setelah sifat itu, Syekh Fadil menegaskan bahwa para wali mewarisi martabat 4 berikutnya.

Pertama adalah as-Shidiq yang diambil dari Abu Bakar as-Shidiq, dalam al-Quran disebutkan, La tahzan inallaha ma’ana.

Kedua adalah adil, sahabat Umar bin Khatab adalah orang yang adil kepada keluarga dan orang lain.

Ketiga adalah halim, yaitu lemah lembut yang menjadi sifat sahabat Utsman bin Affan.

Keempat adalah al-ilmu wa as-syuja’ yaitu sahabat Ali Bin Abi Thalib yang berilmu dan pemberani.

Akhlaknya para wali adalah akhlaknya para nabi dan akhlaknya nabi adalah Alquran. Tidak ada yang diambil dari ahli bait Rasulullah kecuali ilmu, ilmu dan ilmu,” tegas Syekh Fadil.

“Ini juga melekat dalam diri Mbah Maimoen. Beliau adalah sosok Waliyullah,” pungkas Syekh Fadil. (Yayan/Bangkitmedia.com)