Forum Mahasiswa NU UGM Iniasi Gerakan #KawalPanen

Forum Mahasiswa NU UGM Ciptakan Platform #KawalPanen

Posted on

YOGYAKARTA, BANGKITMEDIA

Forum Silaturrahmi Mahasiswa Pascasarjana UGM NU (Forsil) menciptakan gerakan #KawalPanen di tengah pandemi covid-19. #KawalPanen merupakan sebuah platform gotong royong kemanusiaan antara petani, peternak, UMKM, teman-teman difabel, tenaga medis dan kelompok rentan gizi.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Saat ini, #KawalPanen sudah melakukan langkah nyata dengan membeli produk susu dari para peternak. Produk susu ini kemudian diserahkan kepada UMKM. Oleh UMKM, susu tersebut akan diolah menjadi produk fermentasi susu bergizi tinggi bernama kefir. Selanjutnya, kefir akan didonasikan kembali oleh #KawalPanen kepada tenaga medis yang sedang berjibaku merawat pasien covid-19 di beberapa rumah sakit rujukan di Yogyakarta.

“Per tanggal 20 Mei 2020, alhamdulillaah #KawalPanen telah membeli 50 liter susu dari Pak Supri dan mendonasikannya dalam bentuk kefir berjumlah 66 botol berukuran 500 ml ke Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito dan 34 botol ke Rumah Sakit Akademik UGM,” kata Koordinator #KawalPanen Ahmad Fadloli Mubarok.

Sampai saat ini, lanjutnya, #KawalPanen masih menggalang donasi dari masyarakat dan masih akan memakai pola yang sama dalam mengelola hasil donasi tersebut. Namun demikian, #KawalPanen tidak berhenti berinovasi.

“#KawalPanen memiliki mimpi besar untuk menjadi bisnis yang tidak bergantung pada donasi, namun tetap berorientasi pada kesejahteraan pahlawan gizi: petani dan peternak Indonesia,” kata Fadloli.

Produk Susu
Produk Susu yang didonasikan #KawalPanen ke sejumlah Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di DI. Yogyakarta

Bukan tidak mungkin, lanjutnya, #KawalPanen akan membentuk rantai pasok pangan baru yang menjembatani antara petani/peternak dengan konsumen dengan rantai yang pendek, agar keadilan dan kesejahteraan sesungguhnya dapat terwujud.

“Peta jalan untuk mencapai asa tersebut saat ini sedang terus disiapkan dan didiskusikan dengan berbagai pihak. Komitmen ini merupakan amanat mulia bagi #KawalPanen yang didapatkan dari UGM dan NU, di mana penggerak #KawalPanen bernaung,” katanya.

Baca Juga >  Gus Yahya Jelaskan Luasnya Keilmuan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar

Gerakan #KawalPanen terbentuk karena melihat kenyataan bahwa wabah covid-19 telah membawa dampak ekonomi yang besar di berbagai lapisan masyarakat. Salah satu yang terdampak adalah para peternak, termasuk Supriyanto.

Supriyanto merupakan salah satu peternak sapi perah di Desa Purwobinagun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelum pandemi, Supri dalam sehari bisa mendapatkan susu hingga 350 liter dan dijual secara ritel dengan harga Rp 7.000,00 per liter. Di masa pandemi ini, Supri –dan sangat mungkin juga dialami sejumlah peternak sapi perah lain di segenap penjuru Nusantara– mengalami penurunan permintaan susu.

Padahal, Supri berkewajiban mengusahakan pakan bagi sapinya agar terus hidup, yang konsekuensinya, sapinya akan terus menghasilkan susu. Bukan hal mudah bagi Supri untuk mengubah pola penghidupannya yang telah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi sumber rezeki bagi keluarga dan karyawannya.

“Kondisi Pak Supri dan peternak lain tersebut mendorong alumni dan mahasiswa UGM yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Mahasiswa Pascasarjana UGM NU (FORSIL) untuk turut berpartisipasi dalam menyalakan harapan Pak Supri, dengan menginisiasi gerakan #KawalPanen,” tegas Fadloli.

#KawalPanen mengundang para donatur untuk ikut berbagi lewat platform kitabisa.com/campaign/kawalpanen. Sementara apabila ingin berpartisipasi dalam berbagai upaya #KawalPanen menyalakan secercah harapan pahlawan gizi Indonesia, dipersilakan untuk mempelajari #KawalPanen di website kawalpanen.id. (R.Nur)