Dikategorikan Organisasi Diduga Terafiliasi Premanisme, Ini Respons Ketua Umum Pagar Nusa

Ilustrasi

Bangkitmedia.com, JAKARTA – Statemen Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Latif Usman yang mengkategorikan Pagar Nusa termasuk 11 ormas yang diduga terafiliasi premanisme, menimbulkan reaksi keras dari segenap kader Pagar Nusa, yang merupakan badan otonom (banom) di organisasi NU.

Ketua Umum  Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen menyampaikan laporan kepada PBNU. Berikut ini laporan lengkapnya:

LAPORAN KEPADA PENGURUS BESAR NAHDLATUL ULAMA (PBNU)

Terkait Penyebutan Pagar Nusa dalam Pernyataan Resmi Polda Jawa Tengah dan Tindak Lanjut

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dengan hormat, melalui laporan ini kami sampaikan perkembangan situasi terkait penyebutan organisasi Pagar Nusa dalam pernyataan resmi Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol. Latif Usman, dalam konferensi pers hasil Operasi Aman Candi 2025 pada tanggal 3 Juni 2025.

  1. Latar Belakang:

Dalam keterangan pers tersebut, Wakapolda Jateng menyampaikan bahwa terdapat 11 organisasi kemasyarakatan (ormas) di Jawa Tengah yang “diduga terafiliasi dengan premanisme.” Salah satu nama yang disebut secara eksplisit adalah Pagar Nusa.

Pernyataan ini menimbulkan reaksi keras dari kader-kader Pagar Nusa di berbagai wilayah, karena dianggap menyudutkan organisasi secara kelembagaan dan mencederai marwah serta pengabdian para pendekar di berbagai medan pengabdian: pesantren, masyarakat, hingga pengamanan kegiatan keagamaan dan kenegaraan.

  1. Tindak Lanjut yang Dilakukan:
  • Langkah komunikasi langsung:

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen, segera melakukan komunikasi langsung dengan Wakapolda Jateng. Dalam komunikasi tersebut, Wakapolda menyampaikan tabayyun dan permohonan maaf secara pribadi, serta berjanji akan melakukan klarifikasi publik dalam waktu dekat.

  • Penyampaian masukan:

Ketua Umum Pagar Nusa menyampaikan masukan secara terbuka dan tertulis kepada Wakapolda Jateng, di antaranya:

  • Penggunaan istilah “afiliasi” yang menimbulkan multitafsir.
  • Pentingnya validasi terhadap pelaku yang hanya mengaku sebagai kader.
  • Penegasan bahwa Pagar Nusa siap membantu Polri memberantas premanisme.
  • Harapan agar klarifikasi nanti disampaikan secara clear dan terbuka, serta dibarengi permohonan maaf kepada organisasi Pagar Nusa secara kelembagaan.
  • Langkah diplomatik dan internal:

Ketua PW Pagar Nusa Jawa Tengah, Bupati Blora H. Arief Rohman, juga telah menyiapkan langkah komunikasi dengan pihak Polda Jateng untuk memastikan situasi tidak meluas dan menjaga stabilitas organisasi di wilayah Jawa Tengah.

  1. Posisi Pagar Nusa:

Pagar Nusa menegaskan bahwa secara kelembagaan tidak memiliki keterkaitan apapun dengan tindakan premanisme. Kami sangat terbuka terhadap proses hukum terhadap individu yang melakukan pelanggaran, sekalipun mereka benar kader kami. Namun penyebutan nama organisasi dalam konteks kriminal tanpa validasi yang cukup, adalah bentuk kelalaian komunikasi publik yang sangat merugikan.

Track record Pagar Nusa selama ini justru membuktikan komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban, baik melalui kerja sama dengan Polri, TNI, maupun pemerintah daerah.

  1. Permohonan kepada PBNU:

Kami memohon doa restu, arahan, dan dukungan dari PBNU agar proses klarifikasi publik dari pihak kepolisian dapat segera dilakukan, sehingga tidak ada lagi multitafsir atau kegelisahan di kalangan kader dan masyarakat. Jika diperlukan, kami siap menyampaikan perkembangan berikutnya secara berkala.

Demikian laporan ini kami sampaikan. Semoga Allah SWT selalu membimbing langkah kita semua dalam merawat marwah jam’iyyah dan menjaga kemaslahatan umat.

 

Wallaahul muwaffiq ilaa aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Jakarta, 5 Juni 2025

 

PIMPINAN PUSAT PAGAR NUSA

 

Muchamad Nabil Haroen

Ketua Umum

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *