Puasa ramadhan hukumnya wajib. Artinya, harus dilaksanakan bagi orang-orang yang telah memenuhi syarat. Mengenai wajibnya puasa, hal ini didasarkan berbagai dalil, baik Al-Qur’an maupun hadis.
Pertama, dalil Al-Quran :
يأَيُّهَا الَّذِينَءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Al-Baqarah: 183)
Kedua, dalil Hadits. Diantaranya :
قَالَ أَخْبِرْنِي مَا فَرَضَ اللهُ عَلَيَّ مِنَ الصِّيَامِ فَقَالَ صلى الله عليه وسلم : شَهْرَ رَمَضَانَ، إِلَّا أَنْ تَطَوَّعَ شَيْئًا
Sahabat bertanya: “Kabarkan kepada saya apa yang diwajibkan bagi saya untuk puasa?” Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab: “Puasa bulan Ramadhan, kecuali jika engkau berpuasa sunah” (HR Al-Bukhari)
Baca juga : Doa Menyambut Bulan Ramadhan
Adapun disyariatkannya puasa Ramadhan yakni pada tahun kedua setelah Nabi صلى الله عليه وسلم hijrah ke Madinah, seperti disampaikan para ulama :
“Nabi صلى الله عليه وسلم berpuasa Ramadhan sebanyak 9 kali. Sebab puasa Ramadhan diwajibkan pada bulan Sya’ban tahun kedua Hijriyah. Dan Nabi صلى الله عليه وسلم wafat pada Rabiul Awal tahun 11 setelah Hijrah” (Imam An-Nawawi, Al-Majmu’, 6/250). (An)
(Disarikan dari buku “Sukses Ibadah Ramadhan” karya Ustadz Ma’ruf Khozin, Aswaja NU Center Jawa Timur)








