Dahsyatnya Karomah Habib Thoha bin Yahya Ciledug

Dahsyatnya Karomah Habib Thoha bin Yahya Ciledug

Dahsyatnya Karomah Habib Thoha bin Yahya Ciledug.

Ini tentang termasuk karomah dari Maulana Habib Thoha bin Yahya Ciledug Cirebon Jawa Barat. Sekitar pukul 02.00 dini hari, waktu makan tiba. Sebelumnya panitia memperkirakan peserta muqaddaman tinggal sedikit, sehingga persediaan prasmanan pun tidak ditambah, hanya cukup untuk belasan orang saja.

Ternyata, lewat tengah malam itu, tamu yang datang untuk membaca Al-Qur’an di makam semakin banyak, bukan hanya belasan, melainkan ratusan orang.

Melihat demikian banyaknya orang yang secara bersamaan datang ke posko konsumsi untuk makan, Ibu RW yang menjadi kordinator konsumsi pun langsung menangis. Bahkan katanya, kalau bisa rasanya ia ingin melarikan diri bersembunyi saja, dari pada malu melihat ratusan orang tamu yang sepertinya akan tidak kebagian makan.

Tak hanya koordinator konsumsinya, tim sinoman ( laden) yang menjaga hidangan semuanya juga tak kalah panik. Untungnya ada seorang pelayan hidangan yang masih bisa berpikir jernih. Dengan tegar para tetamu itu tetap dipersilakan untuk menikmati hidangan.

Satu persatu tamu maju dan mengambil makanannya ke dalam piring.

Dan keajaiban pun terjadi.

Nasi dan lauk pauk yang tadinya diperkirakan hanya cukup untuk belasan orang, tidak habis-abis diambil ratusan jamaah. Semuanya bisa makan dengan cukup kenyang. Bahkan di meja nasi dan lauknya masih tersisa.

Melihat semua tamu sudah kebagian hidangan, barulah Kordinator konsumsi dan para juru laden bisa bernapas lega, sekaligus bingung. Mereka tak habis pikir dengan kejadian itu.

Demikianlah, akhirnya cerita itu beredar dari mulut ke mulut sampai kepada saya (Kyai Zaini). Saya katakan, itulah karomah Shahibul Haul, Quthbil Mufrod, Assyariif Al-Habib Thoha bin Hasan bin Yahya.

Dari kisah Dahsyatnya Karomah Habib Thoha bin Yahya Ciledug, semoga bermanfaat untuk kita semua.

*Cerita ini dari Kyai Zaini Losari, Ketua panitia Haul Habib Toha Bin Yahya Ciledug Cirebon.

(Kisah ditulis oleh Kyai Masykur Gunungpati)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *