Puisi-puisu Karya: Kang Thohir
Padamu negeri
Berlayar sampai antartika
Menyambut bahagia
Kemajuan sanubari
Membawa panji
Berlabuh sampai aji
Dalam empati dan nurani
Jangan angkuh membohongi
Biarkan mengarungi
Dengan patriot kejujuran
Ketulusan yang murni
Bukan hanya janji-janji
Teruslah berjuang
Sampai elok merdeka
Damai sejahtera
Membawa cinta
Membiak rasa bunga
Mekar dan mewangi
Oh, sampai mati
Brebes, 06 Juli 2025
Menggenggam Api
Sungguh membingungkan
Bila berbicara pun dianggap melawan
Laksana aku menggenggam api
Aku ingin melepaskan dari genggaman ini
Panas, dan letih menahan
Semua berdansa sambil tertawa
Aku berusaha tersenyum bahagia
Biarkan waktu yang akan menentukan
Sebuah makna itu sendiri
Sehingga kembali damai
Menyatu dalam asa dan cinta
Mengibarkan arti ketenangan
Mendamba di setiap perjalanan
Dan berlabuh sampai arah tujuan
Brebes, 23 Januari 2025
Anindita Putri
Terpancar cahaya kemilau
Melambai menuju arah kalbu
Seperti lintang-lintang di angkasa
Hiasi suasana cinta penuh rasa
Aku mendekap erat dengan harmoni
Menghadap penuh grogi
Bergetar gemetar tubuhku ini
Nafas tersengal-sengal menuju hati
Primadona menjadi asa
Asmaraloka bercumbu waktu
Berikan aroma bunga
Semerbak di dada
Anindita Putri berlesung pipi
Menawan rupawan dan anggun
Membungkus kado harapan ‘tuk memiliki
Mengajakmu ke pelaminan dan membangun
Brebes, 27 April 2025
Sang Sunyi
Menghisap rokok di antara ruang tamu dan sunyi.
Aku masih saja sendiri.
Merenungi nasib yang tiada henti.
Sambil menyalakan rokok senior menyelami makna cinta sejati perbatangnya, sehingga otakku berputar-putar melalui syaraf-syarafnya. Asa kian berdansa.
Aku menikmatinya dengan makna. Biarkan bayang-bayang itu kian berkecamuk, tapi aku akan mengetuk ke pintu lain.
Biar semua pikiran kelam akan tertutup dengan sendirinya.
“Duhai, sang sunyi aku ingin bermalam di sini?”
Bergelut dalam kehampaan dan kenestapaan.
“Aku akan selalu ada di sini menemanimu,” jawab sang sunyi menempat pada yang sepi di ujung tepi, malam hari.
Ruangan itu penuh asap kabut dari rokok tadi.
Aku merayakan kesepian ini.
Berpelukan angin yang berhembus, dan bergejolak kalbu.
Aku ingin sendiri.
Terlepas dari belenggu patah hati.
Aku meraup mimpi.
Meski terkadang mengulam memori itu, namun aku ingin melewati di balik realita ini.
Dan berlabuh dalam rasa kebahagiaan, dan kedamaian yang hakiki.
Brebes, 10 Maret 2025
Bunga Harim dan Kenangan
Aku pernah melambai asa bersamamu
Ada percikan bunga itu yang kini layu
Aku tak mempermasalahkan hal itu
Toh juga itu pilihanmu
Bahwa bunga Harim itu tak harus dimiliki hanya membawa keharuman semerbak untukku
Kini bunga Harim itu semakin mekar bersama rantingnya
Semoga bunga itu mewarnai hari-harinya kepada sang pemiliknya
Aku tinggalkan semua kenangan itu dengan keikhlasan
Selamat jalan…
Menempuh hidup yang baru bersama empumu
Aku belok ke arah utara
Dan kau bersemayam di selatan
Semoga kau bahagia di atas cinta yang samawa
Aku pamit pergi…
Brebes, 14 Juli 2025

Tentang Penulis
Muhammad Thohir/Tahir (Mas Tair) yang dikenal dengan nama pena Kang Thohir, kelahiran Brebes, Jawa Tengah. Dari dusun/desa Kupu, kecamatan Wanasari. Dari anak seorang petani dan tinggal dari kehidupan sehari-hari bertani, berkebun, menanam bawang merah, padi, kacang, pare, cabai dan sayur-sayuran di ladang sawahnya.





