BAPPEDA DIY: Program NU CARE LAZISNU DIY Sangat Inovatif dan Siap Dikolaborasikan

Audiensi PW LAZISNU DIY dengan Bappeda DIY Membahas Masalah Kemiskinan

BAPPEDA DIY: Program NU CARE LAZISNU DIY Sangat Inovatif dan Siap Dikolaborasikan.

Yogyakarta, Bangkitmedia.com – Pengurus Wilayah NU CARE-Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (PW NU CARE-LAZISNU) Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan audiensi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY pada Senin, 27 Juni 2022.

Audiensi tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat A Kantor Bappeda DIY. Hadir dalam acara tersebut Kepala Bappeda DIY, Beny Suharsono, dan Ketua NU CARE – LAZISNU DIY,  Mamba’ul Bahri, beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Beny Surharsono selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada NU CARE – LAZISNU DIY yang telah datang. 

“Hadirnya LAZISNU menjadi suntikan tenaga baru bagi masyarakat DIY dan harus disyiarkan. Syiar itu meyakinkan dan meneguhkan kepada umat bahwa apa yang kita lakukan itu bisa dipertanggungjawabkan,” kata Beny Suharsono.

Beny lantas menyampaikan mengenai kemiskinan yang berada di DIY. Saat ini terdapat 15 kapanewon di DIY yang mengalami kemiskinan ekstrim. Kategori ini diidentifikasi dengan 8 indikator. Menindak lanjuti hal ini, Bappeda DIY telah menyiapkan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengurai masalah kemiskinan ini. 

“Kami telah menyiapkan menu yang harus disantap oleh warga berdasaarkan 8 indikator kemiskinan,” tutur Beny.

Sejalan dengan program yang telah direncanakan oleh Bappeda, Beny juga sangat mengapresiasi dan mendukung program-program Lazisnu DIY dan siap berkolaborasi serta menghubungkan dengan pihak-pihak terkait.

“Demi kebaikan masyarakat Jogja dan terutama peningkatan kesejahteraan masyarakat Jogja saya kira program-program yang sejalan dapat dikerjasamakan antara Lazisnu dengan Pemerintah daerah,” tutur Beny.

Selanjutnya, Ketua PW LAZISNU DIY, Mamba’ul Bahri memberikan pengenalan mengenai NU CARE-LAZISNU DIY sebagai perpanjangan tangan NU di bidang pengelolaan zakat, infak, dan shadaqoh (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL). NU CARE-LAZISNU DIY sendiri memiliki program penyaluran yang terdiri atas bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan. Dalam program penyaluran ini, NU CARE-LAZISNU DIY dan Bappeda DIY dapat berkolaborasi sehingga dapat mengentaskan kemiskinan.

Lebih lanjut lagi, Mamba’ mengatakan NU CARE-LAZISNU DIY memiliki struktur kepengurusan hingga tingkat kecamatan sehingga mampu menjangkau hingga ke bawah. 

“Jika titik-titik kemiskinan ini bisa kami akses, saya kira bisa kami pegang hingga tingkat kecamatan,” tegas Mamba’.

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan pemaparan data yang dipimpin oleh Kepala Bidang Sosial Budaya, Nuri. Ia menjelaskan bahwa dasar dari penanggulangan kemiskinan ini adalah DTKS (Data Terpadu Kesehahteraan Sosial) yang bermula dari musyarwarah desa atau kelurahan.

Lebih lanjut lagi, Nuri mengutarakan perlunya menganggap masyarakat sebagai subjek. 

“Ada permasalahan apa di masyarakat kemudian dari situ kita memunculkan solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” ujar Nuri.  

Di penutup diskusi, Nuri menyampaikan urgensi komunikasi yang baik sehingga program yang dijalankan tidak tumpang tindih dan siap menghubungkan kepada CSR dan lembaga lain.

“Harapannya, ini menjadi kolaborasi yang menghasilkan sesuatu yang konkret, ” pungkas Nuri.***

Reporter: Yasmeen Mumtaz.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *