Awas! Adu Domba Sunni dan Syiah

Ketua PWNU DIY KH Dr. Ahmad Zuhdi Muhdlor (kiri) menyerahkan buku kepada Ketua PCNU Bantul Prof Dr KH Riyanta.

Bangkitmedia.com, BANTUL – Ketua PWNU DIY Dr KH Ahmad Zuhdi Muhdlor SH MHum mengingatkan segenap jajaran pengurus NU di semua tingkatan dan para Nahdliyin untuk mewaspadai berbagai upaya adu domba antara sesama umat Islam. Isu yang sedang marak saat ini adalah membenturkan umat Islam dengan isu pertentangan Sunni dan Syiah.

“Kondisi umat Islam saat ini sedang tidak baik-baik saja. Ada upaya mengadu antara sesama umat Islam dengan mengaitkan isu Sunni dan Syiah terkait perang di kawasan Teluk, yaitu Amerika dan Israel menyerang Iran,” kata KH Zuhdi Muhdlor pada acara Kunjungan Kerja Organisasi (Turba) PWNU DIY ke PCNU Bantul di aula kantor PCNU Bantul Jalan Marsdya Adisutjipto Bantul, Sabtu (07/03/2026).

Bacaan Lainnya

Dijelaskan, sikap pro atau simpati kepada Iran yang diserang Amerika dan Israel hingga Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bukan berarti menjadi pendukung Syiah. Tetapi memang peperangan tidak dibenarkan untuk mengintervensi suatu negara yang berdaulat. “Aliran Islam di Iran memang Syiah. Kalau begitu apakah Amerika Serikat dan Israel itu Sunni? Kan tidak,” tanyanya.

Terkait perang di Timur Tengah dan meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei KH Zuhdi Muhdlor juga sempat mengkritik PBNU yang tidak segera mengeluarkan pernyataan sikap keprihatinan dan mengutuk aksi penyerangan tersebut. Kritik tersebut kemudian mendapat dukungan PWNU se-Indonesia dan akhirnya PBNU mengeluarkan pernyataan sikap.

Para pengurus NU yang menghadiri Turba PWNU DIY ke PCNU Bantul

Pada forum Turba yang diisi dengan dialog ini Rais Syuriah PWNU DIY, KH Mas’ud Masduki, Katib Syuriah KH Mukhtar Salim dan Ketua PWNU Zuhdi Muhdlor juga menjelaskan berbagai informasi terkait organisasi di NU. Antara lain mengenai islah para elite di PBNU, Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama NU dan Konferensi Besar (Konbes) NU yang akan digelar sekitar bulan Juni 2026 ini. Sedang pada Agustus 2026 akan digelar Muktamar NU yang dikembalikan kepada siklus semula, bukan dimajukan. Juga sudah disepakati tidak ada ontran-ontran dalam Muktamar, khususnya menyangkut pemilihan ketua.

Sementara itu Ketua PCNU Bantul  Prof Dr KH Riyanta dalam kesempatan ini memaparkan berbagai kegiatan yang digelar PCNU selama Ramadan ini. Antara lain turba ke Majelis Wakil Cabang (MWC), mengadakan sekolah ilmu falak, sampai talkshow generasi Z. Selain itu juga ada program-program lain yang dilakukan PCNU Bantul, antara lain membangun gedung di Bibis, mengadakan umrah bersama dan sedang dalam proses membentuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Hadir dalam turba ini, Rais Syuriah PWNU DIY KH Mas’ud Masduki, Wakil Rais Syuriah KH Dr Habib Abdus Syakur, Katib Syuriah PWNU DIY KH Mukhtar Salim, Ketua PWNU KH Dr Zuhdi Muhdlor, para wakil Ketua PWNU DIY (Dr Ahmad Rafiq, Dr Fuad Mustafid, H Amin Fauzan, H Iswantoro, H Ahmad Lutfi, HM Nasikh Ridwan, H Soni Amir Sholahuddin), Sekretaris Dr Muhajir, Wakil Sekretaris H Ahmad Fauzi, serta jajaran Syuriah dan Tanfidziyah lainnya. Sedang dari PCNU Bantul hadir Rais Syuriah KH Damanhuri, Katib KH Syahroini Jamil, Ketua Tanfidziyah Prof Dr H Riyanta beserta jajaran Syuriah dan Tanfidziyah, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Bantul drg. Hj. Siti Roikhana Munawaroh, M.P.H.  serta pengurus MWC se-Bantul.(Lutfi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *