Arina Salsabiela, Psikolog Generasi Milenial yang Kaya Spiritual

Arina Salsabiela Finalis Duta Santri Nasional 2018
Arina Salsabiela Finalis Duta Santri Nasional 2018

“Saya ingin menyebarkan nilai Islam yang toleran, karena sekarang banyak terjadi pada generasi milenial saat ini tentang kurangnya sikap toleran, sekaligus saya memahami bahwa memang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati,” Tutur Arina Salsabiela.

Begitulah yang disampaikan oleh finalis Duta Santri Nasional 2018, Arina Salsabiela utusan dari pondok Pesantren Pandanaran mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Jurusan Psikologi semester dua (2).

Bacaan Lainnya

Dara kelahiran tahun 1998 asal Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, memiliki jargon; “santri generasi milenial kaya spiritual” Arin mengaku bahwa motivasinya ikut Duta Santri Nasional 2018 awalnya direkomendasikan oleh Kiai dan juga mendapat dorongan dari temen-temennya, meskipun sebelumnya Arin juga pernah bercita-cita menambah pengalaman dan tantangan untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

Karena menurutnya, menjadi santri adalah tugas penting bukan hanya untuk NU tetapi  bangsa dan negara yang harus menjadi bagian penting bagi pengabdian seorang santri. Selain itu, Duta Santri Nasional juga menjadi ajang kontribusi bagi para Santri yang berprestasi serta ikut menjaga persatuan bangsa.

Selain itu, keinginan untuk mengikuti Duta santri karena berawal dari background Santri dan orang tua juga seorang Alumni Santri Krapyak dan Pandanaran, bahkan lingkungan tempat tinggal Arin dekat dengan pesantren.

Arin bercita-cita ingin menjadi seorang dokter hingga suatu saat memiliki tekad dan ikut tes kedokteran di Jakarta tetapi tidak lolos seleksi. Akhirnya, Arin mondok di pesantren Sunan Pandanaran dan Alhamdulillah diterima di UII jurusan psikologi. “Saya memilih psikologi itu karena saya suka mendengarkan curahan hati temen-temen, lebih tepatnya itu tempat “sampah” temen-temen,” Tegas Arin Sambil tertawa.

Arin juga mengikuti program Tahfiz, MTQ, pernah juga ikut festival hadroh tingkat nasional, aktif di organisasi Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Yogyakarta dan juga pengurus pondok putri Sunan Pandanaran Yogyakarta.

“Pesan saya untuk generasi milenial, bahwa kita harus menjadi pribadi yang selalu sabar dalam segala kondisi, karena itu bagian dari upaya untuk menjadi santri yang kaya spiritual,” Tutupnya. (Hadi/Ami)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *