800 Ulama Perempuan Selenggarakan Kongres di Cirebon

Posted on

KUPI cirebon

CIREBON, BANGKITMEDIA.COM

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Sebanyak 780 ulama perempuan di Indonesia selenggarakan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) yang pertama di Pondok Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringin Cirebon, 25-27 April 2017 ini. Acara ini digelar sebagai wujud kebangkitan ulama perempuan yang siap terdepan dalam membangun bangsa dan mengawal NKRI.

AD Eridani, Ketua Panitia, mengucapkan selamat datang kepada semua peserta yang menuju Pesantren Kebo Jambu Cirebon. Diharapkan semua peserta tetap fokus menjaga konsentrasi dan kesehatan, sehingga bisa maksimal dalam mengikuti rangkain KUPI selama 3 hari.

“Pagi ini, Selasa, ada acara seminar internasional di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Malamnya pembukaan yang dihadiri Ibu Nyai Sinta Nuriyah Wahid. Semoga semua berjalan dengan lancar,” tegasnya.

Sementara Ibu Nyai Hj. Badriyah Fayumi, Ketua SC KUPI, menjelaskan bahwa latar belakang digelarnya KUPI lantaran kiprah ulama perempuan dalam sejarah perkembangan Indonesia sangat kecil. Kehadiran dan peran penting ulama perempuan jarang sekali ditulis secara seimbang dan proporsional. Ulama perempuan Indonesia punya jejak sejarah yang patut dibanggakan sebagai penjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Baca Juga >  Hasil Lengkap Rekomendasi Munas dan Konbes NU 2017

Menurut dia, perempuan memiliki peranan dalam dua kelembagaan NU dan Muhammadiyah serta menjadi ciri khas Islam moderat. “Mereka jadi pendidik terdepan, pendamping terdekat dan pembela di ruang-ruang publik atas praktik ketidakadilan dan ketidaksetaraan,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Mahasina Bekasi itu.

Ibu Nyai Badriyah merasa perlu menegaskan kembali kerja-kerja sosial keulamaan perempuan dan meneguhkan nilai keislaman melalui kongres tersebut. “Atas dasar itu segala upaya kultural dan struktural diperlukan untuk menggelar kongres,” ucap dia. (md)