Wanita Perkasa Pemberantas Kebodohan
Raden Adjeng Kartini berasal dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Ia merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang diangkat menjadi bupati Jepara segera setelah Kartini lahir. Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI. Garis keturunan Bupati Sosroningrat bahkan dapat ditilik kembali ke istana Kerajaan Majapahit. Semenjak Pangeran Dangirin menjadi bupati Surabaya pada abad ke-18, nenek moyang Sosroningrat mengisi banyak posisi penting di Pangreh Praja.
Raden Ajeng Kartini adalah seorang ibu yang memperjuangkan pendidikan bangsa dan negara Indonesia. Sebelum Kartini lahir, ketidakadilan kerap terjadi. Pada saat itu kaum perempuan tidak memperoleh pendidikan. Mereka hanya dianggap kanca wingking, perannya hanya urusan dapur, kasur, dan sumur. Padahal dari tangan perempuan nilai-nilai pendidikan bisa tersalurkan pada anak-anaknya.
Tidak ada laki-laki yang tidak terlahir dari perempuan. Maka sejatinya perempuanpun wajib memperoleh pendidikan. RA Kartini adalah sosok pejuang perempuan yang berjuang untuk perempuan Indonesia.
“Habis gelap terbitlah terang” itu adalah mantra yang dimiliki Ibu Kartini. Dengan surat-suratnya yang dia tulis, kemudian menjadi kalimat-kalimat yang mampu mengobati penyakit kebodohan. Ketika perempuan menjadi pintar maka peluang-peluang untuk kehidupan sejahtera semakin terlihat.
Membaca kisah ibu kartini membuat saya ingin meneruskan perjuangan beliau. Saya ingin terus melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, kemudian saya ingin mengajarkan ilmu yang saya dapatkan kepada orang lain, khususnya kepada perempuan-perempuan Indonesia. Saya ingin menjadi perempuan Indonesia sejati.
Mari teman-teman semua baik lelaki ataupun perempuan, jadilah pelajar yang penuh semangat untuk terus belajar dan raih cita-cita kita untuk Indonesia.
Oleh: Elsa Fitrotussalamah, siswa kelas VII MTs Binaul Ummah Bantul.
Demikian Artikel Tentang Wanita Perkasa Pemberantas Kebodohan. Semoga Memberi Manfaat Kepada Kita Semua. Amin Ya Robbal Alamin








