Salah seorang ustadz lulusan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ditolak menjadi salah satu da’i di Masjid Jogokaryan Kota Yogyakarta. Ustadz itu adalah KH Dr Aguk Irawan Mn, pengasuh Pesantren Baitul Kilmah Bantul dan juga sastrawan dengan berbagai karya sastra yang fenomenal. Karya-karya novel Kiai Aguk Irawan juga banyak yang diangkat menjadi film di bioskop Indonesia.
“Katanya masjid itu milik Allah, ternyata untuk orang kecil seperti saya, mereka menolak. Apa saya terindikasi liberal ya?,” tulis Kiai Aguk yang tersebar di berbagai media sosial (20/11/2019).
Status cuitan di facebook Kiai Aguk ini menanggapi sebuah pesan dari panitia tabligh akbar 2019 yang menegaskan:
“Assalamu’alaikum Wr Wb. setelah proses yang cukup alot utk bisa meyakinkan masjid jogokaryan ternyata kami gagal dan dengan ini kami panitia mohon maaf utk Pak Kiai Aguk Irawan tidak jadi (batal) sebagai salah satu pembicara di acara tabligh akbar 2019 (kami sangat kecewa atas hal ini), semoga di lain waktu dan di lain tempat kita bisa bekerjasama. Terima kasih.”
Kabar ini kemudian menjadi perbincangan ramai di media sosia. Salah satunya adalah Akhmad Musta’in yang menuliskan komentar berikut:
“Ustadz Aguk Irawan adalah lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir dan kini jadi kiai pengasuh Pesantren Baitul Kilmah di Kasongan, Bantul. Sama-sama bergelar Lc sebagaimana para ustadz andalan mereka. Akan tetapi, beliau ditolak berceramah di Masjid Jogokaryan yang namanya dipublikasi sebagai masjid dengan manajemen terbaik di seluruh dunia. Saya menduga penolakan itu karena ketahuan Ustadz Aguk berlatar belakang NU. Saya jadi ingat komentar Kiai Muhtadin Ar tempo hari bahwa watak dasar orang-orang Muhammadiyah itu nyinyir kepada (orang-orang) NU. Mohon maaf, saya tak mempercayai praduga Kiai Muhtadin itu apabila di kemudian hari ada koreksi dari pihak Masjid Jogokaryan dan mengundang Ustadz Aguk untuk berbicara di sana.”
Kemudian, seorang netizen Dafid Fuadi juga menuliskan komentarnya:
“Masjid Jogokaryan Yogyakarta yg selama ini memang dikelola orang2 Muhammadiyah + Wahhabi sudah pasti menolak Ustadz Aguk Irawan Mn (Aswaja NU) meski beliau alumni Al Azhar University. Padahal Masjid Jogokaryan dulu pernah mengundang ceramah Sugik Nur Raharjo (mantan tukang akrobat debus, yg jelas2 tidak punya ilmu agama, modalnya hanya misah misuh).”
(Penulis: Kasyiful Asror)









