Tahlil dan Doa Tujuh Hari Ibunda Nyai Hj Durroh Nafisah

KH.Zaim Ahmad dan Gus Baha pada Tahlilan 7 Hari Almh Hj Duroh Nafisah.

Bangkitmedia.com, BANTUL – Diiringi bacaan salawat oleh grup hadrah santri PP.Ali Maksum, berduyun-duyun para santri, masyarakat dan para alumni pesantren Krapyak berjalan menuju majelis tahlil di Aula dan Halaman MA PP Krapyak Yogyakarta. (Kamis,03/07/2025)

Malam itu terasa syahdu dan indah  dirasa bagi keluarga besar pesantren Al Munawwir dan PP Ali Maksum karena ribuan santri dan masyarakat hadir mendoakan guru kita tercinta Nyai Hj Durroh Nafisah.

Hadir dalam Majelis tersebut Nyai Atik Atabik Ali, KH Jirjis Ali dan Hj Lutfiyah  Baedhowi, Nyai Hj Ida Fatimah Zaenal, Prof  Dr  dr Hamam Hadi dan Nyai Hj Ida Rufaida Ali, Nyai Hj Fauziyah Rifqi Ali, KH Bahauddin Nur Salim (Gus Baha’), KH Zaim Ahmad  (Lasem Rembang), KH Muhammad Zaimuddin Ahmad (PP Peterongan Jombang), dan tokoh lainnya.

“Pembacaan tahlil dalam rangka tujuh hari ibunda kami sesungguhnya masih suasana duka, tetapi kami juga bahagia karena bisa bertemu dengan keluarga, saudara, dan <I>bestie-bestie<P> Ibunda kami yang ikut mendoakan ibu kami… Ibunda insya Alah melihat dengan bahagia di sana,”ungkap Hindun Anisah, putri almarhumah.

Senyum juga tangis tampak dari wajah Hindun yang juga anggota DPR RI, ketika memberikan sambutan mewakili keluarga. Para hadirin majelis haul dibuat terdiam, terharu. Terlebih-lebih tatkala dua putranya KH Nuruddin Amin dan Nyai Hj Hindun Anisah, Gus Arafat dan Gus Levi, membacakan syair karya Ustdaz Ahmad Fauzi Khoiruman;

 

” Syair untuk Nyai Durroh Nafisah* “

 

Air mata menetes, lalu hati pun bersedih,

atas kepergiannya, dan tampaklah duka kaum ini.

Umat pun berdatangan atas wafatnya yang mulia,

mengiringinya ke liang lahat, dan ia pun ridlo padanya.

 

Saat ia hidup, selalu menyertai Al-Qur’an dengan setia,

sebagaimana Al-Qur’an juga menjadikan sebagai teman sepanjang hidupnya.

 

Dialah Nyai Durroh Nafisah, Mutiara yang amat berharga, ibu kami, guru kami yang mulia,

putri dari KH. Ali Ma’shum yang mulia lagi ‘alim dalam agama

 

Ia mengajarkan al-Quran, kuat hafalannya, lagi mencintai keindahan,

Sang penderma nan besar hati, itu semua telah menampakkan keutamaan dan kelebihannya yang sempurna.

 

Beruntunglah hatinya yang al-Quran bernaung di dalamnya,

serta lisannya yang senantiasa melantunkan Al-Qur’an.

 

Ia adalah kekasih Ar-Rahman, pilihan-Nya dan keluarga-Nya,

pendamping Al-Qur’an, teman dekat al-Qur’an sahabat serta  kekasihnya.

 

Ya Tuhan pemilik ‘Arsy, anugerahkanlah padanya semua janji-Mu,

dari kemuliaan dan derajat yang tinggi di sisi keluarga Qur’an.

 

Dan jadikanlah kami bersamanya karena keberkahannya di surga,

juga keluarga kami, demi kemuliaan Nabi pecinta Al-Qur’an.

 

Di penghujung acara, syair tersebut dilantunkan dengan indah  lagi oleh  Nyai Hannah Zamzami dari Lirboyo Kediri. Seorang sahabat dan saudara Ibunda Nyai Durroh Nafisah yang berasal dari Lasem Rembang. (Arif Faozi_ alumni Kompleks H PP Krapyak).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *