tegalrejo

Sosok Ibu Istimewa di Balik Berkahnya Pesantren Tegalrejo

Posted on

Tegalrejo bisa sehebat saat ini tentu melalui beberapa proses, dan mungkin sudah banyak yang tau bahwa di balik kesuksesan Tegalrejo ada seorang ibu yang hebat, siapa lagi kalau bukan Ibu Nyai Mujirah istri Bp Ichsan yang tak lain ayah dan ibunya KH Chudhlori.

Singkat cerita bahwa yaitu Ichsan hanyalah sebagai penghulu. Namun beliau menginginkan putra putrinya menjadi seorang yang alim. Yai Ichsan pun mengutarakan keinginannya kepada ibu Mujirah. Dengan memperoleh doa dari salah satu kyai, Ibu Mujirah mulai berdoa setiap 1/3 malam.

Ibu Mujirah menjalani dengan ikhlas bertahun-tahun. Setiap malam beliau bangun dan mendoakan untuk sang putra putrinya.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Hasilnya, dari 10 bersaudara muncullah putra nomer dua yang bernama Chudhlori hingga bisa mendirikan pesantren API Tegalrejo sampai saat ini.

Dapat kita ketahui bahwa di setiap budaya atau bangsa, seorang ibu diakui memiliki peran sangat penting dalam hidup ini. Jauh sebelum dunia menetapkan perlunya peringatan Hari Ibu, Rasulullah ﷺ  telah meletakkan dasar-dasar teologis bahwa seorang ibu diakui sangat mulia sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatakan dari Anas bin Malik RA:

 

الجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الأُمَّهَاتِ

“Surga itu di bawah telapak kaki ibu.”

Hadits tersebut menegaskan bahwa seorang ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia hingga seolah-olah surga yang begitu indah dan agung saja tidak lebih tingggi daripada seorang ibu karena diibaratkan berada di bawah telapak kakinya. Kita semua tahu bahwa telapak kaki adalah bagian paling bawah atau rendah dari organ manusia. Namun maksud hadits ini adalah bahwa  tidak mungkin seorang anak bisa masuk surga tanpa ketundukan kepada seorang ibu.

Pada saat Pilkada kemarin Gus Yusuf di kejar-kejar oleh banyak politisi baik dari kubu Ganjar maupun kubu Sudirman. Intinya merangkul untuk di jadikan calon Wagub. Banyak petinggi² partai datang meminta langsung kepada Gus Yusuf untuk mau di jadikan Wagub. Berbagai bujuk rayu supaya Gus Yusuf mau.

Apa kira-kira jawaban beliau?

“Saya sih manut saja, jika ibu saya (ibu Nyai Hj Nur Chalimah Ch) merestuinya dan meridhoi” itulah jawaban simple Gus Yusuf. Dan faktanya ibunya melarang Gus Yusuf untuk menjadi Wagub.

Baca Juga >  Berapa Usia Sayyidah Aisyah Ketika Menikah dengan Nabi?

Rasulullah ﷺ mengisyaratkan agar bakti kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abi Hurairah RA:

مَنْ أحَقُّ الناس بِحُسْن صَحابتي ؟ قال : أمُّك، قال : ثم مَنْ ؟ قال : أمُّك، قال : ثم مَنْ ؟ قال : أمُّك، قال : ثم مَنْ ؟ قال : أبُوك

“Suatu hari datanglah seorang laki-laki kepada Rasulillah SAW. Orang itu  bertanya kepada Rasulullah, siapakah di antara manusia yang paling berhak kami sikapi dengan baik. Nabi menjawab, ibumu. Orang itu bertanya lagi, siapa lagi setelah itu. Nabi menjawab, ibumu. Orang itu  bertanya lagi,  siapa lagi setelah itu. Nabi menjawab, ibumu. Orang itu  bertanya lagi. Nabi kemudian menjawab, kemudian ayahmu.”

Dari hadits di atas dapat kita ketahui bahwa perbandingan bakti kita kepada ibu dan ayah adalah 3 : 1 atau 75 persen : 25 persen. Pertanyaan yang muncul kemudian, atas dasar apa Rasulullah ﷺ mengisyaratakan perbandingan seperti itu. Pertanyaan ini dapat kita temukan jawabannya  dalam surat Luqman, ayat 14, dimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada ibu-bapa; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan susah payah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada ibu-bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kembalimu.”

Sudah jelas dalam ayat di atas, betapa berat tugas seorang ibu. Yakni tiga hal penting yang terdiri dari: mengandung, melahirkan dan menyusui.

Apalagi yang di ragukan ibumu?

Apalagi yang kurang dari ibumu?

Apalagi yang kau inginkan dari ibumu?

Padahal ibumu hanya menginginkan doa darimu…

Semoga sedikit bisa memberi inspirasi kepada kita semua, bagaimana peran ibu dalam kehidupan kita.

Penulis: Agus Chariri