Bangkitmedia.com, JAKARTA – KH Zulfa Mustofa menempati posisi ke lima hasil survei Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) tentang kandidat calon Ketua Umum PBNU. Dalam survei tersebut pria kelahiran di Jakarta pada 7 Agustus 1977 ini meraih angka 4,6 %.
Siapa sebenarnya Zulfa Mustofa? Ia seorang ulama Indonesia yang kini menjadi Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2022-2027. Beberapa waktu lalu sempat menjadi Pj Ketua Umum PBNU. Zulfa Mustofa menikah dengan Hulwatin Syafi’ah dan dikaruniai beberapa orang anak.[
Ayahnya adalah K.H. Muqarrabin berasal dari Pekalongan, sedang ibunya adalah Nyai Hj. Marhumah Latifah berasal dari Kresek, Tangerang 12 kilometer dari Tanara, Serang. Ibunda Zulfa Mustofa merupakan anak Nyai Hj. Maimunah yang juga ibunda dari ulama terkemuka di Indonesia, yaitu KH Ma’ruf Amin, mantan Wapres RI. Jadi Zulfa kemenakan KH Ma’ruf Amin. Selain itu juga merupakan cucu kemenakan dari Syekh Nawawi al-Bantani.
Zulfa Mustofa memulai pendidikan formal di Jakarta hingga kelas 3 SD, di SD Al-Jihad, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ketika naik kelas 4 SD, melanjutkan sekolah ke Pekalongan sampai tamat. Kemudian meneruskan pendidikan tsanawiyah ke Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Simbangkulon. Saat naik ke kelas 2 tsanawiyah, beliau pindah ke Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah.
Ada 2 orang gurunya yang sangat berwibawa dan berkesan untuknya selama nyantri di Kajen, yaitu KH. A Sahal Mahfudh dan KH. Rifa’i Nasuha yang merupakan guru dari Kiai Sahal Mahfudh pada tahun 1996. Setelah beliau selesai menyelesaikan pendidikan madrasah aliyahnya, pada bulan Ramadan, beliau kembali ke Jakarta.
Namun, keinginannya untuk kuliah ke Timur Tengah, ke Al-Azhar atau ke Makkah, tidak bisa beliau wujudkan karena ayahnya wafat tepat pada malam Idul Fitri. Sepeninggal ayahnya, beliau kemudian menggantikan posisi ayahnya untuk mengajar di majelis taklim yang diasuh ayahnya semasa hidup, sekitar 5 majelis taklim, walau ketika itu usianya masih sangat muda, 19 tahun. KH. Zulfa Mustofa sendiri mempunyai majelis taklim yang ia namakan Darul Musthofa. (Diolah dari Wikipedia)








