Bangkitmedia.com, YOGYA – Menyambut Idul Adha 1447 H, Lembaga Ta’mir Masjid Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (LTM PWNU DIY) menggelar Pelatihan Jagal Hewan Kurban di Gedung PWNU DIY Jl MT Haryono No 40-42, Sabtu (16/5/2026). Mengusung tema ‘Terlatih Jagale, Halal Kurbane’, kegiatan ini menjadi upaya penguatan kapasitas pengelola masjid dan pegiat kurban agar pelaksanaan penyembelihan hewan kurban berjalan sesuai syariat, higienis dan profesional.
Ketua Panitia KH Basori Alwi dalam laporannya menyampaikan, peserta pelatihan berasal dari perwakilan pengurus LTM PWNU DIY, unsur LTM PCNU se-DIY, utusan Masjid Percontohan PWNU DIY serta ta’mir masjid binaan NU Care LazisNU DIY. Menurutnya, antusiasme peserta sangat tinggi karena pelatihan ini menjadi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Alhamdulillah target peserta tercapai 60 orang. Semoga kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat dan bekal bagi para peserta ketika terjun di masyarakat,” ujarnya.
Acara dibuka langsung Ketua Tanfidziyah PWNU DIY Dr KH Ahmad Zuhdi Muhdlor. Dalam sambutannya, Kiai Zuhdi menegaskan bahwa pelaksanaan kurban bukan hanya soal penyembelihan, tetapi juga menyangkut syariat, etika pelayanan umat, hingga jaminan kehalalan prosesnya. Ia berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap peserta pelatihan nantinya dapat menjadi penggerak di masyarakat, membantu pelaksanaan kurban yang benar, aman, dan sesuai tuntunan syariat,” tutur Kiai Zuhdi.
Lebih lanjut, dirinya juga menyampaikan gagasan pembentukan komunitas jagal hewan kurban warga Nahdliyyin di DIY. Menurutnya, komunitas tersebut penting untuk menjaga standar kualitas penyembelihan sekaligus memperkuat jaringan pelayanan umat di bidang kurban.
“Kedepan kami ingin ada komunitas jagal hewan kurban dari warga Nahdliyyin di DIY. Ini penting agar kualitas penyembelihan semakin baik dan masyarakat memiliki SDM yang siap diterjunkan kapan saja,” tambahnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY. Dalam kesempatan tersebut, Coach Wulan menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pelatihan yang dinilai sangat relevan dengan perkembangan industri halal saat ini. Ia menilai kesadaran masyarakat terhadap pentingnya halal lifestyle terus meningkat, termasuk dalam tata kelola hewan kurban.
“Atas nama pengurus MES DIY, kami mengapresiasi langkah LTM PWNU DIY yang menghadirkan pelatihan ini. Kami berharap iklim halal dapat menjadi bagian dari tren positif di masyarakat DIY, termasuk dalam pengelolaan kurban,” ungkapnya.
Pada sesi utama pelatihan, peserta mendapatkan materi teknis penyembelihan dari Dr H Nanung Danar Dono dari Halal Center Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Materi yang disampaikan meliputi teknik penanganan hewan, proses penyembelihan yang baik dan benar, hingga aspek kebersihan dan keamanan pangan. Penyampaian yang interaktif membuat peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi.
Menurut Dr Nanung, penyembelihan hewan kurban memerlukan keterampilan dan pemahaman yang tepat agar hewan tidak mengalami stres berlebihan serta menghasilkan daging yang berkualitas.
“Jagal kurban saat ini harus memiliki pengetahuan yang memadai, bukan hanya bisa menyembelih. Ada aspek kesejahteraan hewan, higienitas, dan standar halal yang harus dipahami bersama,” jelasnya.
Sementara itu, sesi Fiqih Kurban disampaikan oleh Gus Ahid Yasien yang menjelaskan secara rinci mengenai hukum kurban, tata cara penyembelihan sesuai syariat, hingga mekanisme pendistribusian daging kurban kepada masyarakat. Penjelasan tersebut dinilai penting agar pelaksanaan kurban tidak hanya sah secara teknis, tetapi juga sesuai ketentuan fiqih.
Salah satu peserta, Muhandis Difa’iy Aziz dari Masjid Baitul Hikmah Gondolayu Lor yang merupakan Masjid Percontohan PWNU DIY di Kota Yogyakarta, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru dari pelatihan tersebut. Meski masih berusia muda, dirinya merasa semakin termotivasi untuk menekuni dunia jagal hewan kurban.
“Pelatihan ini sangat membantu saya memahami teknik penyembelihan dan fiqih kurban secara lebih mendalam. Semoga ilmu yang didapat bisa diterapkan saat Idul Adha nanti,” katanya.
Melalui kegiatan ini, LTM PWNU DIY berharap lahir generasi jagal kurban yang terampil, memahami syariat, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar PWNU DIY dalam membangun ekosistem kurban yang profesional, halal, dan berdaya manfaat luas bagi umat. (*)








