Peringati Harlah ke-80, Muslimat NU DIY Gelar 11 Kegiatan

Bangkitmedia.com, YOGYA – Menyambut delapan dekade pengabdian, PW Muslimat NU DIY menggelar 11 kegiatan peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-80. Dengan mengusung tema “Peran Strategis Muslimat NU Menuju Indonesia Emas 2045”, Muslimat NU menegaskan komitmennya dalam membangun kesejahteraan rakyat dan fondasi moral bangsa.

Dalam siaran pers dijelaskan, kegiatan yang digelar antara lain aksi sosial berupa santunan anak yatim piatu, bakti sosial lanjut usia, dan pemeriksaan kesehatan gratis. Juga pemberdayaan ekonomi dengan bazar dan pelatihan pembuatan produk dari anggota Baznas Micro Finance Majelis Taklim, penguatan ideologi dengan pelatihan Aswaja an Nahdliyyah untuk kader Muslimat NU DIY, serta kreativitas berupa lomba paduan suara dan senam massal.

Bacaan Lainnya

Resepsi Harlah akan dilaksanakan pada Minggu (12/4) di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sekaligus Halal Bihalal. Agenda utama puncak harlah meliputi Pidato Harlah Muslimat NU ke 80 oleh Dr (HC) Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi (Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU), sambutan dan pengarahan Ketua PP Muslimat NU Dra Hj Arifatul Choiri Fauzi MSi yang juga Menteri PPA, pemberian Penghargaan Tokoh sebagai apresiasi untuk Tokoh Muslimat NU DIY dan Tokoh Peduli PAUD. Pada kesempatan tersebut juga dibuka konsultasi hukum gratis hasil kerja sama Paralegal Muslimat NU DIY dan LKBH Pandawa.

Panitia Harlah ke-80 Muslimat NU.

Sementara itu Seminar Penguatan Aswaja An-Nahdliyyah akan diselenggarakan pada Minggu 26 April di Aula Al Azhar Yogyakarta World School Ringroad Utara. Kegiatan bertema “Muslimat NU di Era Digital: Menguatkan Aswaja An-Nahdliyyah untuk Kemajuan Peradaban menghadirkan keynote speaker Duta Besar RI untuk Aljazair 2016-2020 Dra Hj Safira Machrusah MA (AS). Sedang sebagai narasumber Ketua PWNU DIY Dr KHA Zuhdi Muhdlor SH MHum dan TG Ahmad Rofiq PhD (anggota Dewan Pengasuh Pesantren Bumi Cendekia Yogyakarta.

Ditambahkan, di bawah panji Ahlus Sunnah wal Jamaa’ah an Nahdliyyah, Muslimat NU memposisikan diri sebagai “arsitek peradaban” yang berkontribusi nyata dalam berbagai bidang. Muslimat NU terus berkhidmat dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di ruang publik, menjaga moralitas komunitas dan kualitas kesehatan masyarakat, menjadi penggerak ekonomi keluarga dan kemandirian umat, memberikan pendampingan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan.

Muslimat NU memandang perempuan sebagai manusia utuh yang memiliki komponen lahiriah fisik, akal budi, dan spiritualitas tinggi. Lebih dari sekadar pendukung, perempuan adalah hamba Allah sekaligus khalifah fil ardl (wakil Tuhan di muka bumi) yang bertugas mewujudkan kemaslahatan semesta alam. (Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *