IPNU sewon

Penuh Semangat, IPNU – IPPNU Sewon Gelar Pelatihan Keaswajaan dan Keorganisasian

Posted on

IPNU – IPPNU Kecamatan Sewon mengadakan Pelatihan Keaswajaan dan Keorganisasian

SEWON – IPNU – IPPNU Kecamatan Sewon mengadakan Pelatihan Keaswajaan dan Keorganisasian, Minggu (2/12/18). Acara dihadiri oleh Wakil Ketua MWCNU (Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama) Kecamatan Sewon, Kiai Mashurori, dan rombongan dari Pimpinan Cabang NU Kabupaten Bantul. Ketua IPNU dan IPPNU Kabupaten Bantul, Rekan Defik Ardianto dan Winda Fitriliani, serta perwakilan dari PAC se-Kabupaten Bantul juga tampak hadir.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua IPNU yang mengutarakan penanaman semangat ber-IPNU – IPPNU sebagai garda terdepan dan cikal bakal pelanjut generasi perjuangan NU mendatang. IPNU – IPPNU adalah embrio dasar yang menjadi wadah awal dalam beorganisasi.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Dilanjutkan dengan materi tentang IPNU – IPPNU yang disampaikan oleh Rekan Irham dan Rekanita Istiana. Dalam pemaparannya, mereka memompa semangat dalam berorganisasi karena, selain sebagai ujung tombak, IPNU – IPPNU juga organisasi yang harus mempunyai gagasan yang luas untuk pengembangannya di jaman sekarang.

Baca Juga >  PAC IPNU-IPPNU Pundong Menggelar Do'a Bersama Menjelang UN

“Semangat berorganisasi harus total dalam berjuang, jangan remehkan rapat, dan kekuatan NU untuk penguatan segala-galanya. Karena organisasi yang totalitas akan menghasilkan hasil yang maksimal bagi setiap kegiatan yang telah disusun,” tutur Irham.

Untuk materi Keaswajaan disampaikan oleh Kiai Mashurori. Beliau menjelaskan bahwa di NU masih banyak kader dan pemimpin yang masih minder menanamkan nilai aswaja. Selain itu, di NU sendiri, organisasinya kurang solid karena masih banyak kader yang susah dikomando dan kurang tergerak untuk mengikuti rapat dan hadir di setiap acara.

“Kelemahan itu memang menjadi momok yang harus segera dihindarkan dalam tubuh berorganisasi. Karena, setiap satu kelemahan, akan menggerogoti jalannya roda organisasi,” tandas Kiai Mashurori. (Ali/An)