Staispa

Memadukan Kecanggihan Teknologi dengan Dunia Pendidikan

Posted on

SLEMAN, BANGKITMEDIA

Pada Sabtu (16/11/2019) Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Pandanaran (ATAISPA) mengadakan Seminar Nasional yang disukseskan oleh Program Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiya (PGMI) dengan mengusung tema International Seminar on The Existence of islamic Educations Intheera of Industrial Revolution 4.0 : Opportunites and Challenges. Dengan antusias, mahasiswa STAISPA dan dari luar Universitas lain mengikuti acara di Hall  STAI Sunan Pandanaran.

NU Care LazisNU Jogja KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Acara ini menghadirkan tiga pembicara sekaligus, yakni Prof. Dr. Zawawi bin Ismail, wakil dekan Educations University of Malaysia Kuala Lumpur, Dr. Hamidah Binti Sulaiman dari Departement of Educations Psychologi and Communiting Faculity of Educations University of Malaysia, Dr. Zeni Khafidhotun Nisa dosen PGMI STAISPA, dimoderatori oleh Syukur Prihantoro, M.Pd

Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Zawawi bin Ismail meyampaikan bahwa dunia pendidikan mengalami perkembangan yang dahsyat

“Pada era 4.0 saat ini peranan guru 20% dan 80 % lainnya diambil dari sekitar lingkungan termasuk internet, vidio dan lain-lain, hal ini menunjukan bahwa zaman global,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Hamidah binti Sulaiman mengatakan bahwa pada era revolusi 4.0.

“Generasi bangsa perlu kemahiran pembelajaran, inovasi dan kreativasi serta kemahiran dalam bidang maklumat, media dan teknologi. Selain hal itu tantangan revolusi 4.0 seperti kepercayaan dan keyakinan kepada Allah, seluruh aktivitas dalam kehidupan karena Allah, serta diiikuti amar ma’ruf nahi mungkar, solat dan kemuliaan akhlak,” ujar Dr. Hamidah Binti Sulaiman

Baca Juga >  Harlah ke-92 NU, 10.000 Nahdliyin Semarakkan Jalan Sehat di Piyungan

Dr. Zeni Khafidhotun Nisa, menyampaikan kalau era 4.0 ini semua orang di tuntut untuk cepat merespon situasi dan kondisi yang berlaku, era 4.0 ini ada peluang dan tantangan bagi kita yang berpratisi di dunia pendidikan.

“Jadi yang dihadapi besok adalah generasi ‘alfa’ yang dimana generasi yang belum terdeteksi sama sekali karakteristiknya. Era 4.0 ini juga sesungguhnya ada karateristiknya misalnya untuk memahami perkataan lewat google translit kemudian yang bersifat pengetahuan seperti google srect. Yang dimana teknologi sekarang dimanfaatkan oleh anak-anak muda sekarang bahkan anak kecil untuk dimanfaatkan bermain game. Inti dari 4.0 adalah bagaimana memadukan kecanggihan teknologi dalam dunia pendidikan,” ujar Dr. Zeni Khafidhotun Nisa (Zahratun)

*Mahasiswa KPI STAISPA yang sedang Magang Profesi di Majalah Bangkit dan Bangkitmedia.com