habib lutfi habib syech

Meluruskan Kerancuan Pemahaman antara Keluarga Nabi dan Keturunan Nabi

Posted on

Meluruskan kerancuan pemahaman antara Ahlul bait AS (keluarga nabi ) dan dzurriyah nabi.

1. Ahlulbait as adalah orang-orang tertentu yang disucikan oleh Allah dari segala rijs sebagaimana dijelaskan di dalam al Quran.

2. Ahlulbait as adalah salah satu dari dua pusaka (baca: tsaqalain) yang ditinggalkan oleh Rasul saw bagi umat agar tidak tersesat.

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

3. Siapa Ahlulbait as yang suci itu juga sudah dijelaskan oleh Rasulullah saw, bahkan isteri-isteri beliau pun tidak masuk dalam lingkaran Ahlulbait yang suci.

4. Sementara dzurriyyah adalah orang-orang yang secara nasab bersambung ke al Hasan ataupun al Husain as.

5. Jaminan tathhir dan penyucian dari rijs hanya berlaku pada orang-orang tertentu yang telah dijelaskan oleh Rasulullah saw dan bukan untuk seluruh dzurriyyah.

Al faqir sebagai contoh, adalah seorang dzurriyyah, namun saya tidak pernah mengaku sebagai Ahlulbait as yang suci.

Dan saya yakin tidak ada dzurriyyah sehat pikir yang mengaku dirinya sebagai Ahlulbait yang suci.

Baca Juga >  Bacaan Qunut Subuh dan Dasar Hukumnya

Seandainya ada, maka dia hanya akan mengolok-olok dirinya sendiri.

6. Hadits “Ahlulbaitku laksana bahtera Nuh”, juga berkaitan dengan Ahlulbait as yang suci itu dan bukan bagi seluruh dzurriyyah…

7. Jadi setiap Ahlulbait adalah pasti dzurriyyah, namun tidak setiap dzurriyyah adalah Ahlulbait.

8. Meski dzurriyyah itu tidak suci dan bukan Ahlulbait, para pecinta Rasul saw dan Ahlulbait as pasti akan memuliakan dan menghormati mereka, terkhusus bila si dzurriyyah mampu menghiasi diri dengan akhlak yang mulia.

Dan pada saat yang sama jangan ada dzurriyyah yang mengangkat posisi dirinya berlebihan hingga memberikan predikat Ahlulbait pada diri mereka.

Penulis: Habib Salim Alatas